Autopsi Ungkap Sadisnya Pembunuh Ende di Sukabumi

Autopsi Ungkap Sadisnya Pembunuh Ende di Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 24 Jun 2026 20:22 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
(Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Sukabumi -

Tim Forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi telah selesai melakukan autopsi terhadap jasad Ende Nur Jaya (47) yang ditemukan tergeletak di kawasan Cemerlang, Kecamatan Warudoyong. Korban yang diketahui bekerja sebagai petugas jaga malam di sebuah proyek gudang tersebut diduga kuat menjadi korban kekerasan.

Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH, dr Nurul Aida Fathiya, mengungkapkan bahwa korban diterima pihak rumah sakit sekitar pukul 07.00 WIB. Berdasarkan pemeriksaan luar dan dalam, tim medis menemukan sejumlah luka akibat kekerasan benda tajam maupun benda tumpul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ditemukan ada beberapa luka. Lukanya menurut pola dan gambaran merujuk kepada kekerasan tajam," ujar Nurul kepada detikJabar, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, luka akibat kekerasan tajam tersebut tergolong fatal karena sampai merusak jaringan vital korban. Luka paling signifikan berada di area atas tubuh korban.

ADVERTISEMENT

"Kekerasan tajam tersebut merusak bagian kepala sampai ke jaringan otak. Itu menimbulkan banyak perdarahan dan kerusakan pada otak," jelasnya.

Tak hanya luka akibat benda tajam, tim forensik juga menemukan adanya bekas kekerasan lain di tubuh korban. Pada bagian leher, ditemukan luka akibat hantaman benda tumpul.

"Bukan hanya terkait kekerasan tajam, tapi juga ada kekerasan tumpul pada daerah leher yang menimbulkan banyak perlukaan di bagian dalam leher," tambahnya.

Nurul menyebut ada banyak luka terbuka di area kepala korban dengan ukuran yang bervariasi, bahkan beberapa di antaranya cukup panjang. "Yang terpanjang kurang lebih sekitar 12 sentimeter di bagian kepala. Di kepala dan wajah itu semuanya cukup panjang karena memang lukanya cukup banyak," ungkapnya.

Disinggung mengenai waktu kematian, Nurul memperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar 8 hingga 12 jam sebelum pemeriksaan luar dilakukan pada pukul 10.00 WIB. Namun, banyaknya darah yang keluar sempat menyulitkan tim medis untuk memastikan waktu persisnya karena memengaruhi pembentukan lebam mayat.

Sementara itu, Kapolsek Warudoyong AKP Maulana Arief menambahkan, korban pertama kali ditemukan dalam kondisi telungkup dan bersimbah darah. Di TKP, ditemukan barang bukti ponsel milik korban.

Terkait dugaan pembunuhan, pihak kepolisian mengaku masih melakukan penyelidikan. "Dugaannya ini masih dalam proses penyelidikan," kata Arief.

"Korban ini dari hasil pemeriksaan saksi bahwa korban ini adalah petugas jaga malam. Di situ ada, di sekitar lokasi di TKP itu ada pembangunan gudang, pembangunan gudang itu, yang korban ini salah satu yang menjaga pada malam itu," sambungnya.

Saat ini, kasus dugaan pembunuhan tersebut masih dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian. Tim Buser dari Polres Sukabumi Kota bersama Polda Jabar telah dikerahkan ke lapangan untuk memburu pelaku.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads