Teror geng motor kembali menghantui warga Kabupaten Sukabumi. Pada Kamis (11/6/2026) malam, tiga pelajar yang sedang berkumpul di kawasan Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, diserang sekelompok remaja bersenjata tajam.
Serangan brutal itu terjadi begitu cepat. Para pelaku datang menggunakan sepeda motor sambil mengacungkan celurit panjang. Tanpa banyak bicara, mereka langsung menyerang para korban hingga mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam.
Salah seorang saksi mata, Andi, mengungkapkan detik-detik mencekam ketika komplotan tersebut datang ke lokasi. Ia melihat para pelaku sengaja menggesekkan senjata tajam ke aspal sebelum menyerang para remaja yang tengah nongkrong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awal kejadian, saya posisi lagi berdiri ya di bawah. Lihat motor tuh remaja lah gitu, pake motor matik. Langsung bawa celurit, dimainin ke aspal. Langsung menuju ke atas, nah lagi nongkrong langsung dibacokin," ungkap Andi, Jumat (12/6/2026).
Menurut Andi, pelaku diduga berjumlah dua hingga tiga orang dalam satu sepeda motor. Warga yang mengetahui kejadian itu sempat berhasil menangkap pelaku, namun mereka akhirnya kembali meloloskan diri.
"Persis tadi saya lagi berdiri di bawah. Yang di motor tadi saya liat ada dua, tiga orang, kalau nggak salah. Satu motor matik, celurit panjang tadi. Tadi kan sempet ditangkap, cuman lepas lagi gitu. Iya lepas," ujarnya.
Kebrutalan pelaku juga mendapat perlawanan dari warga lainnya yang juga bernama Andi. Saat berada di bengkel, ia curiga melihat seseorang membawa celurit dan menduga akan terjadi aksi tawuran. Tanpa ragu, ia mengejar salah satu pelaku yang berusaha melarikan diri.
"Saya kan lagi di bengkel, lagi sendirian. Ada orang bawa celurit tuh. Pasti kata saya ada yang tawuran nih. Lalu celuritnya dikasih sama temennya. Temennya lari dari motor. Sama saya dikejar. Kirain ke sini, ternyata ke sana. Iya, temannya yang satu ke sungai," bebernya.
Dalam pengejaran tersebut, Andi bahkan sempat berhadapan langsung dengan pelaku yang menantangnya menggunakan senjata tajam. Perkelahian sempat terjadi hingga pakaian yang dikenakannya robek.
"Sama saya gini, 'mau dibacok?' kata saya 'silakan' gitu. Cuman celuritnya dikasih temennya. Sama saya digini dipegang, sampai bajunya sobek," tuturnya.
Aksi sadis itu meninggalkan kepanikan dan duka di tengah warga. Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi, keluarga korban tampak syok melihat para pelajar yang menjadi sasaran kebrutalan geng motor tersebut.
Ketua RW setempat, Maman, mengaku terkejut karena kasus penyerangan seperti ini baru pertama kali terjadi selama dirinya menjabat sebagai ketua RW.
"Itu kejadiannya kurang begitu jelas, cuman begitu setelah kejadian, warga itu laporan ke saya, Pak RW anak siapa, warganya ada yang kena musibah. Saya cepet-cepet langsung menuju ke sini, datang ke sini juga udah pada penuh, udah susah saya komunikasi juga gitu," jelas Maman.
Maman memastikan salah satu korban merupakan warga di lingkungannya. Sementara dua korban lainnya tidak ia kenali.
"Ya kebanyakan ya dari warga juga, dari anggota Polsek juga banyak. Terus yang musibah itu yang warga saya itu yang kena bacok tangannya. Yang itu satu, satu orang warga RW 01 lah pokoknya. Sementara yang dua itu enggak kenal saya. Selama saya menjabat 1 tahun setengah ini baru kali ini kejadian seperti begini di warga saya," paparnya.
Sementara itu, aparat kepolisian langsung melakukan sterilisasi lokasi kejadian dan mengumpulkan barang bukti yang tertinggal, termasuk senjata tajam yang diduga digunakan pelaku.
Bripka Rizal Ardyanto mengatakan, seluruh korban merupakan pelajar berusia 16 tahun. Mereka mengalami luka akibat serangan menggunakan senjata tajam maupun benda tumpul.
"Tiga orang korban usia 16 tahun, status pelajar. Yang satu lagi juga masih pelajar umurnya 16 tahun. Yang satu lagi umur 16 tahun," terang Rizal.
Ia menjelaskan, salah satu korban mengalami luka robek di kepala yang diduga akibat lemparan benda tumpul. Sementara korban lainnya mengalami luka sobek di tangan dan kaki akibat sabetan senjata.
"Yang pertama, di kepala ada luka robek diduga ya kena lemparan benda tumpul, terus di kakinya juga. Kemudian korban lain ada yang tangan sebelah kiri ada luka sobek. Itu juga sudah diperban, saya juga belum lihat ya karena itu udah dijahit. Yang satu lagi luka di bagian kaki," urainya.
Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku yang kabur setelah menebar teror di permukiman warga. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap motif penyerangan serta mengidentifikasi seluruh anggota kelompok yang terlibat.
"Kita masih dalam tahap penyelidikan, kita juga belum tahu untuk soal kronologisnya seperti apa dan untuk lokusnya juga kita mau tentukan di TKP sekarang. Ini barang bukti yang ditemukan di TKP," pungkas Rizal.
(bba/iqk)
