KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Barat. Hasilnya, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Imigrasi Jabar, Jaya Saputra, menjadi salah satu pejabat yang terkena OTT lembaga antirasuah tersebut.
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan total 17 orang. Selain Jaya, pejabat tinggi yang ikut diamankan di antaranya Plt Dirjen Imigrasi periode 2024-2025, Saffar Godam, dalam operasi yang dipusatkan di Kantor Imigrasi Jakarta Barat (Jakbar) tersebut.
Baca juga: KPK OTT Kakanwil Imigrasi Jabar Jaya Saputra |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum terkena OTT KPK, Jaya Saputra terpantau melaksanakan aktivitasnya seperti biasa sebagai Kakanwil Imigrasi Jabar. Kegiatan Jaya bahkan turut dibagikan langsung di akun Instagram resmi Kanwil Imigrasi Jawa Barat.
Dalam sebulan terakhir, Jaya tampak rutin melaksanakan kesibukannya. Sejak dilantik menjadi Kakanwil Imigrasi Jabar pada Oktober 2025, Jaya kerap melaksanakan tugas ke berbagai daerah di Jawa Barat.
Pada 5 Mei 2026, misalnya, Jaya datang ke Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi. Di sana, ia mengukuhkan Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) dan Satuan Tugas Patroli Keimigrasian untuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora).
Lalu pada 7 Mei 2026, Jaya sudah beraktivitas di Kota Bandung. Saat itu, dia ikut dalam agenda pemeriksaan kesehatan bagi seluruh pegawai, CPNS, dan tenaga alih daya Kanwil Imigrasi Jabar.
Selanjutnya pada 11 Mei 2026, Jaya Saputra menghadiri agenda di Kabupaten Sumedang bersama Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Garut. Di sana, Kanwil Imigrasi Jabar melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman dengan MPP Sumedang untuk mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat.
Jaya juga datang ke Cirebon untuk mendampingi kunjungan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko pada 15 Mei 2026. Lalu pada 19 Mei 2026, Jaya mendampingi Menteri Imipas Agus Andrianto saat meluncurkan rumah ASN Kemenimipas di Cikarang Barat dan Cikarang Pusat.
Di hari yang sama, Jaya langsung ke Garut untuk mendampingi agenda Sekjen Imipas, Asep Kurnia. Lalu pada 21 Mei 2026, Jaya mendampingi kunjungan Komisi XIII DPR RI ke Karawang.
Adapun agenda terakhir yang Jaya lakukan adalah memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Dalam unggahan yang dibagikan, Jaya dalam amanatnya kemudian menegaskan bahwa peringatan tersebut menjadi momentum refleksi menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Tak lama setelah aktivitas terakhirnya, kabar mengejutkan justru menimpa Jaya Saputra. Ia terkena OTT KPK atas dugaan suap terkait proses pengurusan warga negara asing untuk bisa tinggal di Indonesia.
Keterlibatan Jaya memang belum dijelaskan secara rinci. Sebab, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan siapa saja tersangka dalam kasus tersebut.
(iqk/iqk)
