Nama Dadan Hindayana sempat menjadi salah satu figur yang paling sering disorot dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Akademisi asal Institut Pertanian Bogor (IPB) itu memimpin Badan Gizi Nasional (BGN) sejak program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai dijalankan secara masif.
Namun pada Rabu 3 Juni 2026, Dadan ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Ia ditahan bersama dua wakil kepala BGN, Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya. Sehari sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberhentikan ketiganya.
Sebelum terjun ke pemerintahan, Dadan dikenal sebagai ilmuwan di bidang proteksi tanaman. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana hingga doktoral di dalam dan luar negeri, termasuk di IPB serta sejumlah perguruan tinggi ternama di Jerman, seperti University of Bonn dan Leibniz Universität Hannover.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski memiliki rekam jejak akademik yang kuat, perjalanan Dadan memimpin BGN tak lepas dari berbagai polemik yang beberapa kali memicu perdebatan di ruang publik.
1. Pernyataan soal Minum Dua Liter Susu Setiap Hari
Pada Mei 2025, Dadan menjadi perbincangan setelah menceritakan kebiasaan mengonsumsi dua liter susu per hari. Ia mengaitkan kebiasaan tersebut dengan tinggi badan kedua anaknya yang disebut mencapai lebih dari 180 sentimeter.
Pernyataan itu menuai beragam tanggapan. Sebagian pihak menilai cerita tersebut kurang relevan dengan kondisi sebagian masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.
2. Wacana Serangga dan Ulat Sagu sebagai Sumber Protein
Awal 2025, Dadan kembali menjadi sorotan ketika membahas kemungkinan pemanfaatan serangga dan ulat sagu sebagai sumber protein alternatif dalam program MBG.
Menurutnya, sejumlah daerah di Indonesia telah lama mengonsumsi bahan pangan tersebut sebagai bagian dari budaya lokal. Namun gagasan itu memicu perdebatan luas dan menjadi salah satu topik yang ramai dibahas di media sosial.
3. Rentetan Kasus Keracunan Makanan
Pelaksanaan MBG juga menghadapi tantangan serius berupa sejumlah kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah.
Data yang dirilis Kementerian Kesehatan menunjukkan ratusan kejadian dengan puluhan ribu penerima manfaat terdampak hingga awal Mei 2026. Salah satu insiden terbesar terjadi di Jawa Barat ketika ratusan pelajar dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program tersebut.
Peristiwa serupa kemudian dilaporkan muncul di beberapa wilayah lain sehingga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan kualitas dan keamanan pangan dalam program MBG.
4. Sorotan terhadap Pengadaan Barang Operasional
BGN juga sempat mendapat perhatian terkait sejumlah rencana pengadaan barang penunjang operasional. Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah rencana pembelian puluhan ribu motor listrik untuk mendukung distribusi program.
Selain itu, sejumlah barang lain seperti perlengkapan pelatihan, perangkat kerja, hingga kebutuhan pendukung operasional turut menjadi bahan diskusi publik karena nilai anggarannya yang besar.
5. Pelaksanaan MBG Selama Ramadan
Ketika Ramadan 2025 berlangsung, BGN memutuskan tetap menjalankan program MBG dengan mekanisme yang disesuaikan.
Makanan dibagikan untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa. Paket yang disiapkan antara lain berisi susu, telur, kurma, buah-buahan, serta makanan yang dinilai lebih tahan lama.
Kebijakan tersebut memunculkan perdebatan mengenai efektivitas pemenuhan kebutuhan gizi siswa selama menjalankan ibadah puasa.
6. Rencana Perluasan Program ke Arab Saudi
Menjelang akhir masa jabatannya, Dadan kembali menjadi perhatian setelah mengungkap rencana perluasan Program Makan Bergizi Gratis ke Sekolah Indonesia di Jeddah, Arab Saudi.
Menurutnya, gagasan tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah dan tenaga pendidik di sana. Meski masih sebatas rencana, usulan itu menambah daftar kebijakan yang mengundang perhatian publik selama dirinya memimpin BGN.
Berbagai polemik tersebut menjadi bagian dari perjalanan Dadan Hindayana selama memimpin Badan Gizi Nasional. Terlepas dari kontroversi yang muncul, Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi salah satu program strategis pemerintah yang menyita perhatian masyarakat luas sejak pertama kali diluncurkan.
(yum/yum)
