Tampang Bang Jago Pemalak Mobil Pelat B di Dago

Tampang Bang Jago Pemalak Mobil Pelat B di Dago

Bima Bagaskara - detikJabar
Minggu, 31 Mei 2026 10:16 WIB
Pelaku pemalakan mobil pelat B di Dago
Pelaku pemalakan mobil pelat B di Dago (Foto: Istimewa)
Bandung -

Pria yang viral karena memalak pengendara mobil berpelat B di kawasan Dago Atas, Kota Bandung berhasil ditangkap polisi. Saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan di Polsek Coblong terkait aksi yang sempat membuat resah masyarakat tersebut.

Dalam foto yang diperoleh, pelaku terlihat mengenakan kemeja lengan panjang bermotif garis-garis berwarna gelap dan kacamata hitam berjalan memasuki ruang pemeriksaan dengan pengawalan petugas.

Sedangkan pada foto lainnya, pelaku terlihat duduk berhadapan dengan penyidik untuk menjalani pemeriksaan dengan wajah tertunduk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, aksi pria tersebut viral di media sosial. Dalam rekaman itu, pelaku menghentikan sebuah mobil berpelat B yang melintas di kawasan Jalan Ir. H. Juanda atau Jalan Dago saat euforia perayaan Persib Bandung juara pada Sabtu (23/5) malam.

ADVERTISEMENT

Pelaku yang mengaku bernama "Demon" meminta sejumlah uang kepada pengendara dengan alasan untuk menjamin keamanan perjalanan korban. Ia bahkan melontarkan ancaman jika permintaannya tidak dipenuhi.

"Tambahin tambahin tambahin mau hancur di depan, udah koordinasi sama Demon," ujar pelaku dalam video yang viral.

"Terserah berapa aja mau Rp 50 ribu mau berapa terserah. Ya terserah aja," lanjutnya.

Kapolsek Coblong Kompol Riki Erickson memastikan pria dalam video tersebut sudah diamankan dan kini sedang menjalani proses penyelidikan.

"Pelaku sudah kita amankan, jadi sudah kita amankan di Polsek Coblong dan sekarang sudah dilakukan penyelidikan," kata Riki.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga pelaku melakukan aksinya dalam kondisi terpengaruh minuman keras. Uang yang diminta kepada korban rencananya akan digunakan untuk membeli minuman keras lagi.

"Motifnya, jadi pada saat euforia tersebut mereka melakukan minum-minum bersama. Sehingga pada saat itu mungkin kekurangan uang atau bagaimana, mereka meminta uang untuk beli minuman lagi," ucap dia.




(bba/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads