Pada tahun 2015 silam, ketenangan warga Kampung Gunungkarang, Sukabumi, Jawa Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan dan amarah yang tak terbendung. Seorang pria asal Tangerang bernama Indra Okta Permana alias Raden dengan penuh delusi mendeklarasikan dirinya sebagai perwujudan Tuhan di dunia.
Tidak hanya menyebarkan ajaran sesat dengan memaksa warga berhenti salat dan beralih menyembah matahari, ia juga melakukan kekerasan fisik berkedok penyucian. Puncak dari kegilaan ini terjadi ketika Raden secara arogan memerintahkan pembakaran kitab suci Al-Qur'an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengaku Sebagai Tuhan
Ilustrasi Komik Ajaran Sesat di Sukabumi. (Foto: Visual komik diolah menggunakan Gemini AI) |
Warga Kampung Gunungkarang, Sukabumi, Jawa Barat, tiba-tiba dihebohkan oleh kedatangan seorang pria asal Tangerang bernama Indra Okta Permana, alias Raden. Secara mengejutkan, saat mendatangi kediaman warga bernama Agus Wahyudin, Raden mengaku sebagai Tuhan. Ia membawa ajaran sesat dan memaksa Agus beserta keluarganya untuk meninggalkan ibadah salat.
Baiat Berbalut Kekerasan Fisik
Ilustrasi Komik Ajaran Sesat di Sukabumi. (Foto: Visual komik diolah menggunakan Gemini AI) |
Aksi cuci otak itu semakin tak masuk akal. Raden kemudian membawa Agus beserta dua saudaranya, Tatang dan Dewi, ke sebuah bukit di perkampungan tersebut. Di sana, mereka 'dibaiat' dan dilarang keras membaca Al-Qur'an. Berdalih untuk memaksa mereka bertaubat, Raden bahkan tak segan menggunakan kekerasan fisik dengan menginjak-injak tubuh para korbannya yang sedang bersujud.
Penistaan Agama yang Memicu Amuk Massa
Ilustrasi Komik Ajaran Sesat di Sukabumi. (Foto: Visual komik diolah menggunakan Gemini AI) |
Puncak kegilaan ajaran ini terjadi ketika Raden memerintahkan Agus untuk membakar Al-Qur'an sebagai bentuk ketaatan mutlak. Namun, aksi penistaan agama ini kepergok oleh warga sekitar. Geram dengan kelakuan pelaku yang mengaku-ngaku sebagai Tuhan dan melecehkan kitab suci, massa yang beringas langsung mengepung dan menghakimi Raden tanpa ampun.
Terungkap Fakta Medis
|
Nyawa Raden masih bisa diselamatkan setelah aparat dari Polres Sukabumi Kota segera tiba di lokasi dan mengevakuasinya ke kantor polisi. Kasus ini kemudian menemui titik terang yang mengejutkan. Berdasarkan pemeriksaan ahli jiwa dari RSUD R Syamsudin SH, terungkap bahwa "Tuhan palsu" ini ternyata menderita skizofrenia berat dan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa akibat putus obat karena kendala ekonomi.
Kronologi Singkat Kasus
Pemeriksaan Indra Okta alias Raden yang pernah mengaku sebagai tuhan di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar) |
- Senin, 24 Agustus 2015: Raden mendatangi rumah Agus Wahyudin di Gunungkarang, Sukabumi, lalu mengaku sebagai perwujudan Tuhan. Ia menyuruh Agus sekeluarga meninggalkan ibadah salat dan meminta mereka untuk menyembah matahari.
- Pembaiatan Disertai Kekerasan: Raden membawa Agus beserta dua kerabatnya, Tatang dan Dewi, ke sebuah bukit. Di sana, mereka 'dibaiat', dilarang membaca Al-Qur'an, dan dipaksa bersujud. Raden bahkan menginjak-injak dan memukuli punggung ketiga korban dengan dalih memaksa mereka untuk bertaubat.
- Perintah Pembakaran Al-Qur'an & Amuk Massa: Puncak insiden terjadi saat Raden menyuruh Agus membakar Al-Qur'an sebagai bukti ketaatan. Warga sekitar yang memergoki hal tersebut langsung marah besar, mengepung, dan mengeroyok Raden tanpa ampun. Aparat dari Polres Sukabumi Kota segera tiba di lokasi dan berhasil mengevakuasi Raden ke kantor polisi sebelum massa bertindak lebih jauh
- Kamis, 27 Agustus 2015: Penyidik membawa Raden ke RSUD R Syamsudin SH. Dokter ahli jiwa menyatakan bahwa Raden menderita skizofrenia berat karena berhenti mengonsumsi obat dari rumah sakit jiwa di Surabaya sejak lima tahun lalu lantaran masalah ekonomi.
Di balik rentetan kehebohan dan penistaan agama yang memancing murka warga tersebut, tersingkap sebuah fakta medis yang ironi dan tragis. Berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan di RSUD R Syamsudin SH, Raden terbukti mengidap skizofrenia berat.
Delusi tingkat tinggi yang membuatnya merasa berkuasa dan mengaku sebagai Tuhan itu ternyata dipicu oleh riwayat putus obat akibat terhimpit masalah ekonomi.
*** d'Comic Crime Story merupakan rubrik khas yang hadir di detikJabar untuk menyajikan reka ulang visual dari beragam kejadian kriminal maupun kasus yang pernah menyita perhatian publik. Rubrik ini mengulas kembali jejak kisah-kisah nyata melalui pendekatan ilustrasi komik.


Ilustrasi Komik Ajaran Sesat di Sukabumi. (Foto: Visual komik diolah menggunakan Gemini AI)
Ilustrasi Komik Ajaran Sesat di Sukabumi. (Foto: Visual komik diolah menggunakan Gemini AI)
Ilustrasi Komik Ajaran Sesat di Sukabumi. (Foto: Visual komik diolah menggunakan Gemini AI)