Dilema 7 Warga Sukabumi: Nyawa Terancam Berujung Jeruji Besi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Rabu, 29 Apr 2026 15:00 WIB
Foto: Ilustrasi borgol (A.Prasetia/detikcom)
Sukabumi -

Masih ingat dengan kisah Lani (64), pria yang ditemukan tewas dengan kondisi kaku dan kaki terikat di kubangan sawah awal Februari lalu?

Peristiwa yang mengguncang Desa Cikaranggeusan, Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi pada Februari lalu itu kini menyisakan nestapa bagi tujuh warga setempat.

Tujuh pria berinisial DS, UK, MS, RS, SH, DP, dan JJ kini ditetapkan sebagai tersangka. Di balik jeruji besi, keluarga mereka tengah berjuang mencari keadilan atas peristiwa yang diklaim sebagai puncak keputusasaan warga menghadapi ancaman nyawa yang menahun.

Kuasa hukum warga, Diren Pandimas, mengungkapkan bahwa tindakan para tersangka bukanlah didasari niat jahat, melainkan respons traumatis kolektif.

Berdasarkan catatan medis RSUD R. Syamsudin, S.H., Lani didiagnosis mengidap Skizofrenia Paranoid dengan gejala klinis agitasi dan perilaku agresif.

"Warga sudah lama hidup dalam tekanan. Almarhum kerap memukul hingga membahayakan keselamatan anak-anak dan perempuan," ujar Diren Pandimas kepada detikJabar, Rabu (29/4/2026).

Fakta keresahan ini dibuktikan dengan adanya surat pernyataan kolektif yang ditandatangani 50 warga yang merasa tidak aman karena keselamatan jiwa mereka terancam.

Catatan medis menunjukkan Lani memiliki waham curiga dan sering masuk rumah sakit dalam kondisi mengamuk. Sayangnya, pengobatan sering tidak tuntas karena pihak keluarga kerap memaksanya pulang sebelum stabil, sehingga ia menjadi bom waktu tanpa pengawasan medis memadai.

Simak Video "Video 12 Jam Diperiksa, Keluarga Ungkap soal KDRT dalam Kasus Pembunuhan Cucu Mpok Nori"


(sya/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork