Peluru Tumbangkan Preman Boneng yang Renggut Nyawa Ayah Pengantin

Peluru Tumbangkan Preman Boneng yang Renggut Nyawa Ayah Pengantin

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 07 Apr 2026 16:27 WIB
Ilustrasi Preman Tewaskan Ayah Pengantin
Ilustrasi Preman Tewaskan Ayah Pengantin (Foto: Visual infografis diolah menggunakan NotebookLM)
Purwakarta -

April 2026 seharusnya menjadi lembaran paling membahagiakan bagi keluarga Dadang (58) di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.

Namun, harum aroma hidangan pesta dan riuh musik resepsi pernikahan anaknya seketika berubah menjadi jerit histeris dan aroma maut. Pesta sakral berubah menjadi tragedi berdarah akibat ulah preman kampung yang tak diundang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin-poin Penting Tragedi Hajatan di Purwakarta:

  • Identitas Korban: Dadang (58), ayah yang sedang merayakan pernikahan anaknya di Desa Kertamukti.
  • Identitas Pelaku: Yogi Iskandar alias Boneng (37), residivis pengangguran yang pernah dipenjara kasus pencurian.
  • Motif: Pemalakan tambahan Rp500 ribu untuk membeli minuman keras yang ditolak korban.
  • Alat Kejahatan: Belahan bambu dan tangan kosong yang diarahkan ke kepala korban.
  • Penangkapan: Pelaku ditembak di bagian kaki setelah sempat buron di hutan dan ditangkap di wilayah Subang pada 6 April 2026.
  • Ancaman Hukuman: Pelaku dijerat Pasal 466 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Kapolres Purwakarta I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menegaskan pihaknya melalui Satgas Premanisme tidak akan segan menindak tegas pelaku kriminal untuk memastikan wilayah hukum Purwakarta tetap aman.

ADVERTISEMENT

Petaka Uang 'Jatah Preman'

Sabtu, 4 April 2026, suasana hajatan sedang berada di puncaknya saat sekelompok pemuda yang dipengaruhi minuman keras datang mengusik kedamaian. Wahyudin, adik korban, menceritakan bahwa kelompok tersebut awalnya meminta uang dengan dalih 'pemalakan'. Pihak keluarga mulanya mencoba mengalah demi kelancaran acara.

"Saya itu dimintai uang, istilahnya dipalak. Pertama dikasih Rp100 ribu," kenang Wahyudin saat memberikan keterangan di Mapolres Purwakarta.

Namun, keserakahan kelompok ini tak berhenti di sana. Sekitar satu jam kemudian, mereka kembali menuntut uang tambahan sebesar Rp500 ribu untuk membeli minuman keras.

Dadang, sang pemilik hajatan, dengan tegas menolak permintaan kedua tersebut demi melindungi martabat keluarganya. Penolakan inilah yang menjadi sumbu ledak keributan hebat di luar tenda resepsi.

Serangan Brutal Menggunakan Belahan Bambu

Kemarahan membabi buta menyelimuti pelaku, Yogi Iskandar alias Boneng (37). Pelaku merasa tersinggung saat ditegur oleh sang pemangku hajat.

Dalam kondisi mabuk, Boneng menyerang Dadang secara brutal menggunakan tangan kosong dan sepotong kayu atau belahan bambu yang dihantamkan tepat ke arah kepala korban. Peristiwa tragis itu terekam dalam video amatir yang kemudian viral, memperlihatkan detik-detik Dadang ambruk tak sadarkan diri di tengah kepanikan tamu undangan.

Istri dan anak korban yang masih mengenakan kebaya resepsi dilaporkan pingsan karena tak kuasa melihat sang ayah terkapar bersimbah darah. Meski sempat dilarikan ke RS Bakti Husada, nyawa Dadang tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.20 WIB akibat luka berat di kepala.

Pelarian ke Hutan dan Timah Panas Polisi

Yogi Iskandar (37) preman yang memukul pemilik hajatan, Dadang hingga tewas di PurwakartaYogi Iskandar alias Boneng (37) preman yang memukul pemilik hajatan, Dadang hingga tewas di Purwakarta. (Foto: Dian Firmansyah/detikJabar)

Usai merenggut nyawa Dadang, Yogi Boneng segera melarikan diri untuk menghindari kepungan warga. Ia sempat bersembunyi di kawasan hutan Desa Cisaat dan mencoba kabur menuju Cianjur melalui wilayah Sagalaherang, Kabupaten Subang. Namun, jejak residivis kasus pencurian tahun 2017 ini berhasil terlacak oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Purwakarta.

Senin, 6 April 2026, pelarian Boneng berakhir dramatis di jalan alternatif Sagalaherang. Petugas melakukan tindakan tegas terukur dengan melepaskan timah panas ke arah kaki pelaku karena mencoba melawan saat akan ditangkap.

Boneng tampak meringis kesakitan di atas brankar dengan kaki terbalut perban saat digelandang ke Mapolres Purwakarta.

Luka Mendalam di TPU Kampung Cijelar

Prosesi pemakaman Dadang (58), pemilik hajatan yang meninggal dikeroyok preman di Purwakarta, Minggu (5/4/2026)Prosesi pemakaman Dadang (58), pemilik hajatan yang meninggal akibat ulah preman di Purwakarta, Minggu (5/4/2026). (Foto: Dian Firmansyah/detikJabar)

Duka yang mendalam menyelimuti prosesi pemakaman Dadang di TPU Kampung Cijelar, Desa Depok, pada Minggu sore. Anak korban, yang sehari sebelumnya tampil anggun sebagai ratu sehari, kini harus bersimpuh di pusara sang ayah dengan air mata yang tak kunjung kering.

Sepupu korban, Asep Rabani, mewakili keluarga menyatakan ketabahan mereka atas musibah ini. "Kami dari keluarga besar almarhum mengucapkan terima kasih. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Ini semua adalah takdir Allah, dengan perantara seperti ini," ujarnya dengan nada getir.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Efisiensi, ASN Purwakarta Kerja Naik Sepeda, Ojol hingga Angkot"
[Gambas:Video 20detik] (bbp/bbp)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads