Viral 'Penguasa Citiis' Ngamuk Bogem Warga Tasikmalaya

Viral 'Penguasa Citiis' Ngamuk Bogem Warga Tasikmalaya

Deden Rahadian - detikJabar
Senin, 30 Mar 2026 14:30 WIB
Poster
Ilustrasi penganiayaan (Foto: Edi Wahyono)
Tasikmalaya -

Kawasan wisata Citiis di Gunung Galunggung, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak menjadi sorotan setelah sebuah video aksi premanisme viral di media sosial. Rekaman berdurasi 4 menit 47 detik itu memperlihatkan suasana tegang di depan sebuah vila, ketika seorang pria tiba-tiba mengamuk dan memarahi warga.

Dalam video tersebut, pria berjaket hitam tampak berdiri dengan emosi yang memuncak. Suaranya meninggi, kata-kata kasar terlontar tanpa kendali. Di hadapannya, beberapa warga hanya bisa duduk dan mencoba meredam situasi. Namun ketegangan tak terhindarkan saat pria itu bahkan sempat memukul tangan salah seorang warga yang berada di dekatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amarahnya tak berhenti di situ. Dengan nada penuh klaim, ia beberapa kali berteriak seolah menunjukkan kekuasaan atas wilayah tersebut.

"Aing teh penguasa Citiis," ucap pria tersebut dalam video sebagaimana dilihat detikJabar, Senin (30/3/2026).

ADVERTISEMENT

Situasi semakin memanas ketika pria itu berusaha mendorong dada seorang warga yang mengenakan kain sarung. Dalam sekejap, suasana nyaris berubah menjadi aksi kekerasan fisik. Beruntung, seorang pria lain dengan sigap menarik pelaku menjauh, mencegah bentrokan yang lebih besar.

Di tengah ketegangan itu, suara seorang perempuan terdengar di bagian akhir video. Diduga sebagai pemilik vila, ia menanggapi dengan lantang, menunjukkan keberanian di tengah situasi yang memanas.

"Urang mah teu sieun ku jelema sarua dahar sangu keneh," kata perempuan dalam rekaman video.

Peristiwa ini diketahui terjadi di kawasan wisata Citiis, Gunung Galunggung. Insiden tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman antara pelaku dan pemilik vila, yang kemudian berkembang menjadi konfrontasi terbuka.

Kapolsek Leuwisari, IPTU Pramono Adi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pihak kepolisian telah lebih dulu turun tangan sebelum video itu ramai diperbincangkan publik.

"Benar terjadi kejadian yang akhirnya viral. Kami sebelum viral juga sudah turun tangan," kata Kapolsek Leuwisari, IPTU Pramono Adi.

Setelah dilakukan penanganan, polisi mempertemukan kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

"Peristiwa tersebut sudah kami tangani. Antara korban dan pelaku sudah dilakukan mediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan. Atas permintaan kedua belah pihak," ujarnya.

Meski berakhir damai, pihak kepolisian tetap mengambil langkah tegas. Pelaku yang diduga melakukan aksi premanisme itu telah diberikan pembinaan, sebagai bentuk peringatan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami sudah melakukan pembinaan terhadap pelaku. Pada prinsipnya, kami tidak mentolerir perilaku premanisme di wilayah Polres Tasikmalaya, khususnya di kawasan Leuwisari," tegasnya.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak adanya motif khusus di balik kejadian tersebut. Pelaku dan korban bahkan tidak saling mengenal sebelumnya. Namun demikian, polisi masih mendalami kemungkinan adanya praktik pungutan liar yang berkaitan dengan insiden itu.

Dugaan sementara mengarah pada kondisi pelaku yang berada di bawah pengaruh minuman keras, sehingga kehilangan kendali dan meluapkan emosinya kepada pemilik vila.

"Korban merupakan pemilk vila. Jadi, kejadian itu lebih karena pelaku dalam pengaruh minuman keras. Kami dalami kalau ada dugaan pungli. Yang jelas sekali lagi urusan premanisme tidak bisa kami tolelir," pungkasnya.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads