Heboh Seruan 'Perang Besar' Pelajar Cianjur, Polisi Turun Tangan

Heboh Seruan 'Perang Besar' Pelajar Cianjur, Polisi Turun Tangan

Ikbal Selamet - detikJabar
Kamis, 26 Mar 2026 20:48 WIB
perkelahian antar anak sma
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Cianjur -

Jagat media sosial dihebohkan dengan munculnya informasi terkait rencana bentrokan antar pelajar dari Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi. Isu tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kekhawatiran masyarakat, hingga akhirnya aparat kepolisian turun tangan melakukan langkah antisipasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rencana bentrokan itu pertama kali mencuat melalui unggahan salah satu akun Instagram. Dalam postingannya, akun tersebut menyebut akan terjadi "perang besar" antara pelajar Cianjur dan Sukabumi pada akhir Maret 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, beredar pula video dari akun lain yang memperlihatkan puluhan pelajar asal Sukabumi memasuki wilayah Cianjur pada malam hari dengan mengendarai sepeda motor. Dalam video tersebut, mereka juga terlihat membawa senjata tajam, sehingga semakin memperkuat kekhawatiran akan potensi bentrokan.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi memastikan pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan. Petugas disiagakan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi pertemuan kedua kelompok.

ADVERTISEMENT

"Tim patroli sudah disiagakan untuk memeriksa secara berkala ke beberapa lokasi, termasuk di perbatasan," kata dia, Kamis (26/3/2026).

Selain patroli di lapangan, kepolisian juga mengintensifkan patroli siber guna memantau perkembangan informasi di media sosial. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini agar potensi bentrokan dapat dicegah sebelum benar-benar terjadi.

"Tentu tim siber juga dikerahkan untuk patroli di media sosial. Sehingga bisa langsung dilakukan antisipasi dini sebelum terjadinya bentrokan," kata dia.

Di tengah situasi tersebut, pihak kepolisian juga mengimbau peran aktif orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anaknya, khususnya para pelajar, agar tidak terlibat dalam tindakan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

"Khusus untuk adik-adik kita, para pelajar. Ini momen pasca lebaran, kita sudah maaf-maafan jangan sampai dicoreng dengan adanya lagi aksi kekerasan, lebih baik fokus belajar," pungkasnya.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads