Ajakan Bercinta Ditolak Berujung Maut di Warung Remang-remang

Round Up

Ajakan Bercinta Ditolak Berujung Maut di Warung Remang-remang

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 27 Mar 2026 08:00 WIB
Lokasi penemuan jasad pemilik warung remang-remang di Subang yang tewas membusuk.
Lokasi penemuan jasad pemilik warung remang-remang di Subang yang tewas membusuk. (Foto: Dian Firmansyah/detikJabar)
Subang -

Teka-teki kematian tragis Ani Anggraeni menemui titik terang, Pemilik warung remang-remang di wilayah Pantura itu ternyata dibunuh pelanggan yang kini jadi pegawai.

Kematian perempuan berusia 47 tahun ini bermula dari informasi penemuan mayat di sebuah warung remang-reman kawasan Patokbeusi, Kabupaten Subang pada Senin (23/3) lalu. Kala itu, seorang warga diminta oleh pemandu lagu (PL) untuk mengecek apakah warung kopi dan karaoke yang menjadi lokasi kejadian tersebut sudah buka atau tutup.

Namun, warga tersebut mencium bau menyengat dan melihat kejanggalan hingga akhirnya melapor ke polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya di suruh PL untuk ngecek warung buka atau nggak, setelah saya cek pintu tertutup, tapi lampu dan TV nyala, terus mencium bau. Jadi saya lapor polisi, tapi saya belum lihat kondisi di dalam rumahnya," ujar Ujang Suhana.

ADVERTISEMENT

Temuan itu mengantar proses penyelidikan mendalam oleh Satreskrim Polres Subang yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Bagus Panuntun. Dari serangkaian penyelidikan, terungkap jika wanita tersebut korban pembunuhan.

Berbagai macam petunjuk mengantarkan polisi ke satu sosok. Pelaku pun berhasil diringkus kurang dari 24 jam di wilayah Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor.

"Pengungkapan ini merupakan hasil kerja cepat dan sinergis Tim Resmob Sat Reskrim Polres Subang bersama Ditreskrimum Polda Jawa Barat serta dukungan Polres Bogor, pelaku berhasil di tangkap di wilayah Bogor," ujar Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono.

"Berdasarkan laporan, kemudian penyidik melakukan serangkaian penyelidikan, hingga terindentifikasi indentitas pelaku dan berhasil kami tangkap," kata Dony menambahkan.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku merupakan pelanggan yang kemudian turut bekerja di tempat usaha milik korban. Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (21/3) pagi, ketika pelaku mendatangi korban yang tengah berada di kamar mandi.

"Saat itu, pelaku yang pernah menjadi pelanggan kini ikut membantu di warung itu mendatangi korban yang berada di kamar mandi dan mengajaknya berhubungan intim. Namun ajakan tersebut ditolak. Penolakan itu membuat korban marah dan pergi membawa kayu balok," kata Kapolres.

Polisi menunjukkan barang bukti pembunuhan bos warung remang di SubangPolisi menunjukkan barang bukti pembunuhan bos warung remang di Subang Foto: Dian Firmansyah/detikJabar

Situasi kemudian berubah menjadi kekerasan. Emosi yang memuncak membuat pelaku gelap mata dan menyerang korban dari arah belakang menggunakan kayu balok secara berulang hingga korban terjatuh dan tidak berdaya.

"Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat trauma tumpul di bagian kepala yang menyebabkan perdarahan fatal," ucapnya.

Setelah memastikan korban tidak berdaya, pelaku kemudian melancarkan aksinya dengan membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban. Barang-barang tersebut di antaranya dua unit ponsel, uang tunai, jam tangan, tas berisi identitas, hingga sepeda motor milik korban.

Bahkan, sepeda motor tersebut sempat digadaikan oleh pelaku di wilayah Cikarang Utara, Bekasi, dengan nilai Rp3,5 juta.

"Saat ini masih dilakukan pendalaman apakah ada peran pelaku lain atau tidak," ujar Kapolres.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads