Polisi Usut Dugaan Penyelewengan Dana Bansos di Cirebon

Polisi Usut Dugaan Penyelewengan Dana Bansos di Cirebon

Ony Syahroni - detikJabar
Jumat, 02 Des 2022 14:52 WIB
Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar/
Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Jajaran Polres Cirebon Kota tengah menyelidiki dugaan penyelewengan pada proses penyaluran bantuan sosial (Bansos) di wilayah hukumnya. Hal ini karena adanya ketidaksesuaian antara nominal bantuan yang tertera di surat undangan dengan nilai yang seharusnya diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM).

Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pihaknya menemukan adanya beberapa data atau nominal bantuan untuk KPM yang tidak sesuai.

"Dari hasil proses penyelidikan kami, memang ada data-data yang belum sesuai dengan penyaluran. Namun apakah ini memang kelalaian secara administratif, atau kah memang ada unsur kesengajaan dan perbuatan melawan hukum, ini masih kami lakukan penyelidikan," kata Fahri kepada detikJabar saat dihubungi, Jumat (2/12/2022).

Fahri belum bisa menyebut secara pasti berapa jumlah data atau nominal bantuan untuk para KPM yang tidak sesuai. Sebab, hingga kini pihaknya masih terus mengumpulkan informasi dari sejumlah pihak, termasuk dari para KPM yang ada di wilayah hukumnya. Langkah ini dilakukan polisi untuk mengusut adanya dugaan tindak pidana di balik ketidaksesuaian data tersebut.

"Tahapan kami masih dalam tahap pengumpulan data, informasi dan petunjuk. Apakah nanti ranahnya ini masuk ke tindak pidana, ataukah kelalaian administratif dan sebagainya, itu harus kita pastikan dulu berdasarkan informasi, data-data dan petunjuk," kata dia.

"Kami dari Polri siap untuk melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap penyaluran BLT/Bansos. Maka kami ingatkan jangan ada yang melakukan pemotongan anggaran BLT. Kami akan proses sesuai dengan prosedur hukum," kata dia.

Dikatakan Fahri, dalam proses penyaluran Bansos kepada masyarakat penerima manfaat, Kementerian Sosial (Kemensos) sendiri telah menunjuk PT Pos Indonesia sebagai lembaga penyalur bantuan.



Simak Video "3 Tersangka Penggelapan Dana ACT Diserahkan ke Kejari Jaksel"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT