Polisi Sita Ganja 1 Kg dari Dua Pengedar di Cirebon

Polisi Sita Ganja 1 Kg dari Dua Pengedar di Cirebon

Ony Syahroni - detikJabar
Selasa, 18 Okt 2022 15:00 WIB
Polres Cirebon Kota meringkus 2 pengedar Narkoba dan sita 1 Kg Ganja
Polres Cirebon Kota meringkus 2 pengedar Narkoba dan sita 1 Kg Ganja (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Dua orang pengedar narkoba jenis ganja berinisal DD (20) dan IA (24) ditangkap oleh jajaran Satnarkoba Polres Cirebon Kota. Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti jenis ganja seberat kurang lebih 1 Kg.

Aksi kedua tersangka itu berhasil terungkap setelah polisi mendapatkan informasi terkait adanya peredaran narkoba jenis ganja yang terjadi di wilayah Cirebon.

"Satuan Reserse Narkoba mendapatkan informasi terkait penyalahgunaan narkoba jenis ganja. Selanjutnya petugas kami melaksanakan metode undercover buy untuk mengetahui terkait masalah penyalahgunaan narkoba ini," kata Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar di Mapolres Cirebon Kota, Selasa (18/10/2022).


Menurut Fahri, kedua tersangka berhasil ditangkap di wilayah Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Saat dilakukan penangkapan, polisi menemukan barang bukti berupa 3 paket narkoba jenis ganja seberat 23 gram.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah dari kedua tersangka. Di rumah tersangka DD di Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, polisi kembali menemukan barang bukti jenis ganja seberat 406 gram.

Sementara saat melakukan penggeledahan di rumah kontrakan tersangka IA di Jalan Kanggraksan, Kota Cirebon, polisi juga menemukan barang bukti narkoba jenis ganja seberat 680 gram.

"Jadi total barang bukti yang berhasil kita amankan adalah sebanyak 1.109 gram atau sekitar 1 Kg narkoba jenis ganja. Selain itu kita juga mengamankan barang bukti berupa timbangan digital, plastik klip berwarna bening dan Handphone yang digunakan para tersangka," kata Fahri.

Akibat dari perbuatannya, kata Fahri, para tersangka pun terancam hukuman pidana penjara maksimal seumur hidup.

"Kepada tersangka kita kenakan Pasal 111 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Di mana para tersangka diancam dengan penjara seumur hidup, atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda Rp 1 Miliar dan maksimal Rp 10 Miliar," kata Fahri.

Menurut Fahri, berdasarkan pengakuan dari para tersangka, keduanya mendapatkan narkoba jenis ganja ini dari seorang tersangka lainnya yang berasal dari Deli Serdang, Sumatera Utara. Saat ini, yang bersangkutan masih dalam upaya pengejaran.

"Berdasarkan hasil interogasi kepada tersangka DD dan IA, diketahui bahwa barang bukti yang didapatkan berasal dari kiriman dari tersangka yang saat ini masih DPO yang berasal dari Deli Serdang, Sumatera Utara," kata Fahri.

(yum/yum)