Kasus Korupsi di DPRD Garut, 500 Saksi Diperiksa

Hakim Ghani - detikJabar
Rabu, 05 Okt 2022 20:00 WIB
Kantor Kejari Garut
Kantor Kejari Garut (Foto: Hakim Ghani/detikJabar)
Garut -

Kejaksaan Negeri Garut terus mendalami dugaan korupsi di lingkungan DPRD Garut. Ratusan saksi sudah diperiksa, termasuk beberapa pentolan anggota dewan saat itu.

Penelusuran dugaan korupsi yang diduga dilakukan anggota dewan tersebut berkaitan dengan Biaya Operasional (BOP) serta dana reses tahun 2014-2019.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Neva Sari Susanti. Neva mengungkapkan, ada ratusan saksi yang sudah diperiksa pihaknya terkait kasus tersebut.


"Jadi kita masih berproses untuk pemanggilan mereka itu. Karena memang banyak sekali, saksi-saksi sampai 500. Kalau seluruh saksi, kurang lebih 500," ucap Neva kepada wartawan di Kantor Kejari Garut, Jalan Merdeka, Tarogong Kidul, Rabu (5/10/2022).

Neva mengatakan, saat ini kasus tersebut terus didalami oleh pihaknya. Ada beberapa saksi lainnya yang akan diperiksa jaksa untuk mengungkap kasus tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun, Kejaksaan Negeri Garut dikabarkan memanggil mantan Ketua DPRD Garut Ade Ginanjar.

Namun, berdasarkan pantauan detikJabar di lokasi, Ade tak terlihat. Pemanggilan Ade sebagai saksi tersebut juga dibenarkan oleh Neva. Namun, Neva tidak menyebut kapan waktu pemanggilan Ade.

"Saya lupa, tapi memang terjadwal. Semuanya pasti kita periksa, karena supaya paripurna lah datanya," katanya.

Neva memastikan pihaknya berkomitmen untuk mengungkap tuntas dugaan kasus korupsi tersebut. Belakangan ini, tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Garut hampir setiap hari memeriksa saksi kasus itu.

Di antaranya, adalah pemanggilan dua orang mantan Wakil Ketua DPRD Garut pada Kamis (29/9) lalu.

"Jadi mohon bersabar. Terjadwal hampir setiap hari. Seminggu itu, kalau tidak salah dua kali kami mengejar," pungkas Neva.



Simak Video "Momen Jokowi Pamer 3 Kasus Korupsi Besar Terbongkar!"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)