Horor Mutilasi Kucing di Tasikmalaya, Bangkai Tanpa Darah dan Jeroan!

Horor Mutilasi Kucing di Tasikmalaya, Bangkai Tanpa Darah dan Jeroan!

Faizal Amiruddin - detikJabar
Senin, 03 Okt 2022 11:08 WIB
Warga menggali kuburan kucing di sekitar pasar Indihiang.
Warga menggali kuburan kucing di sekitar pasar Indihiang. (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)
Tasikmalaya -

Kasus pembantaian belasan ekor kucing di pasar Indihiang Kota Tasikmalaya membuat heboh penghuni pasar. Warga dibuat bingung dengan perilaku tak lazim yang dilakukan pelaku.

Tantan (32), petugas parkir yang menjadi saksi kasus ini mengatakan, deretan bangkai kucing ditemukan lapak pedagang bakso di dekat shelter angkutan kota pada Sabtu (1/10/2022). "Itu ditemukan di trotoar lapak bakso. Ada 7 ekor yang dimutilasi," kata Tantan, Senin (3/10/2022).

Dia mengaku mendapat informasi dari seorang sopir angkot. "Sekitar jam 5 pagi, bangkainya berderet rapi. Ada dus juga disana. Tapi tak ada bekas darah," kata Tantan.


Setelah itu dia bersama warga lainnya menguburkan bangkai kucing itu sekitar shelter itu. "Langsung dikuburkan, sempat juga saya foto," kata Tantan.

Dia memaparkan dari 7 ekor itu, 4 ekor masih kecil atau anakan sementara 3 lainnya kucing dewasa. "Yang anaknya dipotong di bagian tubuh. Kalau yang dewasa dipenggal kepalanya," kata Tantan.

Setelah itu kabar ini sampai ke komunitas pecinta kucing. Sehingga mulai ramai dan menjadi sorotan. "Setelah itu ramai, banyak pecinta kucing yang datang," kata Tantan.

Edi (55) warga pasar yang turut mengubur 7 ekor kucing itu memastikan bahwa seluruh kucing sudah tak berdarah dan organ dalamnya hilang. "Di lokasi kan ada dus, itu darahnya juga nggak banyak. Diduga dus itu digunakan untuk mengangkut kucing-kucing itu," kata Edi.

Edi menduga-duga pelaku mengambil darah dan jeroan kucing itu. "Mungkin darahnya diambil, buat ilmu atau apalah. Yang pasti darah nggak ada," kata Edi.

Dia menambahkan di pasar Indihiang populasi kucing cukup banyak. Namun baru kali ini ada yang dibantai dalam jumlah banyak. "Kalau yang mati satu ekor suka ada, ya paling mati kelaparan. Kalau sampai dibantai banyak begini, baru sekali," kata Edi.

Sementara itu Kankan pemilik lapak bakso tempat ditemukan deretan bangkai kucing itu sempat mengaku was-was. Dia menduga ada orang yang sengaja meneror dirinya. "Ya sempat takut juga, dikira ada yang sirik sama saya. Tapi semoga saja bukan," kata Kankan.

Dia juga sempat libur berjualan akibat kejadian itu, karena khawatir dan harus membersihkan dulu lapak dagangannya. "Kemarin libur sekarang baru dagang lagi," kata Kankan.



Simak Video " Penampakan Banjir Terjang Tasikmalaya, Ratusan Rumah Terendam"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)