Upaya Diversi untuk Kasus Bullying Disabilitas di Cirebon

Upaya Diversi untuk Kasus Bullying Disabilitas di Cirebon

Ony Syahroni - detikJabar
Senin, 26 Sep 2022 23:40 WIB
Colorful chalk drawing on asphalt: words STOP CHILD ABUSE
Ilustrasi bullying. (Foto: istock)
Cirebon -

Satreskrim Polresta Cirebon akan mengupayakan proses diversi dalam kasus perundungan disertai kekerasan yang dilakukan sejumlah pelajar SMK kepada siswa disabilitas. Upaya ini dilakukan polisi lantaran tersangka dan korban masih di bawah umur.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton mengatakan, dalam kasus itu pihaknya telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Keempatnya merupakan pelajar dari salah satu SMK di Kabupaten Cirebon.

"Dalam kasus perundungan kita sudah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Tiga sudah menjalani proses, sementara satu lagi masih proses penangkapan," kata Anton kepada detikJabar di Mapolresta Cirebon, Senin (26/9/2022).


"Sesuai dengan Undang-Undang No 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak, ada tahapan yang harus kita lakukan. Yaitu melakukan tahap diversi, untuk mempertemukan keluarga dari pihak korban maupun dari pihak pelaku," kata dia menambahkan.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol Anton.Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol Anton. Foto: Ony Syahroni/detikJabar

Dalam proses diversi ini, nantinya polisi akan berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait. Mulai dari Balai Pemasyarakatan (Bapas), Pekerja Sosial (Peksos), Dinas Sosial maupun dengan beberapa pihak terkait lainnya.

Sekadar diketahui, aksi perundungan disertai kekerasan yang dilakukan sejumlah pelajar SMK kepada disabilitas di Kabupaten Cirebon viral setelah video yang merekam kejadian tersebut beredar di media sosial.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (19/9/2022) sekita pukul 13.00 WIB. Para pelajar SMK itu melakukan aksinya di sebuah gubuk di areal persawahan Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.

(orb/orb)