Heboh Pria Bekasi Diduga Dibuang di Sukabumi, Polisi: Tak Ada Laporan

Heboh Pria Bekasi Diduga Dibuang di Sukabumi, Polisi: Tak Ada Laporan

Siti Fatimah - detikJabar
Kamis, 15 Sep 2022 20:59 WIB
Kapolsek Cisaat Resor Sukabumi Kota AKP Deden Sulaeman.
Kapolsek Cisaat Resor Sukabumi Kota AKP Deden Sulaeman (Foto: Siti Fatimah/detikJabar).
Sukabumi -

Beredar video di media sosial seorang pria yang mengaku warga Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi menjadi korban dugaan penculikan serta penganiayaan. Dalam video itu dinarasikan jika korban berinisial MF (27) sempat dibuang di Sukabumi dan telah membuat laporan ke Polsek Cisaat Resor Sukabumi Kota.

Dilihat detikJabar, video yang diunggah oleh akun Instagram @kabarnegri itu memperlihatkan luka di bagian wajah, mata dan punggung belakang korban. Video itu juga disertai caption yang menceritakan kronologi kekerasan yang diduga menimpa korban MF pada Rabu (14/9) kemarin.

Menanggapi kabar tersebut, Kapolsek Cisaat Resor Sukabumi Kota AKP Deden Sulaeman mengkonfirmasi, tak ada laporan yang diterima. Pihaknya baru mengetahui kabar tersebut dari media sosial.


"Terkait adanya pemberitaan di media sosial ada seseorang yang diduga telah dilakukan penculikan dan kemudian dibuang di wilayah Sukabumi, korban mengaku telah melapor ke Polsek Cisaat. Kami dari Polsek Cisaat sampai saat ini belum menerima ataupun tidak pernah menerima laporan tersebut," jelas Deden kepada detikJabar, Kamis (15/9/2022).

Deden tak bisa menjelaskan lebih lanjut terkait kasus tersebut karena tak ada laporan dari pihak korban. Meski demikian, dia akan melakukan koordinasi dengan Polsek Cikarang untuk menanggapi dugaan penculikan, penganiayaan serta pencurian.

"Nanti kita upayakan dengan pihak kepolisian Bekasi (Polsek Cikarang), kita akan hubungi apakah yang bersangkutan itu korban yang ada penculikan kemudian dibuang di wilayah Sukabumi," ujarnya.

Dia juga menerjunkan jajaran Unit Intelkam dan Reskrim untuk mencari tahu lokasi pembuangan korban di wilayah pegunungan Cisaat, Sukabumi seperti yang dinarasikan korban di media sosial.

"Tentunya kalau memang ini (benar) kami akan berkoordinasi dengan warga masyarakat sekitar mencari apakah benar keterangan tersebut dan juga kami sudah perintahkan untuk jajaran unit Intelkam dan unit Reskrim untuk mendalami informasi tersebut," ucapnya.

(mso/mso)