Lapas di Indonesia Overcrowding 109%, Mayoritas Pemakai Narkoba

Bima Bagaskara - detikJabar
Jumat, 09 Sep 2022 15:00 WIB
Manajer Program Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Maidina Rahmawati
Manajer Program Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Maidina Rahmawati (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Kelebihan penghuni atau overcrowding masih jadi persoalan yang belum terselesaikan hingga sekarang. Salah satu penyebab yang membuat lapas overcrowding yakni terjadinya overkriminalisasi di Indonesia.

Manajer Program Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Maidina Rahmawati mengatakan, hingga Agustus 2022, overcrowding yang ada di lapas-lapas di Indonesia telah mencapai 109% dari kapasitas yang ada.

"Kondisi saat ini di Lapas kita (Indonesia) udah enggak ideal kapasitasnya sudah sangat terisi penuh ya bahkan sudah melebihi kapasitasnya. Di mana kalau kita liat sistem data base kemasyarakatan di 2022 ini bulan agustus bahwa kelebihan penghuni mencapai 109% di mana ada 290.000 di dalam penjara, rutan dan lapas, tapi kapasitas yang bisa disediakan hanya 132.000," kata Maidina di Bandung.


Maidina mengungkapkan dari total penghuni lapas di Indonesia yang mencapai 290.000 itu, sebagian besar diantaranya adalah narapidana yang terjerat kasus narkotika.

"Kalau kita lihat bahwa ada 70% penghuninya dari tindak pidana narkotika dimana mayoritasnya pengguna narkotika," ungkapnya

Oleh sebab itu menurutnya pengguna narkotika seharusnya bukan dihukum dengan dipenjara, melainkan dibina dari sisi kesehatan atau lebih dikenal dengan istilah rehabilitasi.

"Kita lihat sudah banyak gitu ya rekomendasi dari riset yang ada baik itu nasional atau internasional bahwa intervensi yang harus diberikan bagi pengguna narkotika itu bukan pemenjaraan," ucapnya.

"Rehab dalam bentuk kelembagaan di tempat tertentu, bisa rawat jalan, konseling dan sebagainya. Bisa diselaraskan itu sebenarnya yang sedag kita dorong untuk mengatasi overcrowding itu," ujarnya.

Menurutnya overcrowding itu hampir terjadi di seluruh lapas di Indonesia. Namun kata Maidina, ada tiga provinsi yang kapasitas lapasnya masih belum overcrowding.

"Jadi seluruh Indonesia hanya ada 3 provinsi ,salah satunya Yogyakarta yang kondisinya tidak over. Sisanya selain 3 itu kondisinya overcrowding," katanya.

(bba/yum)