Kabar Nasional

Pesan Seali Syah Istri Brigjen Hendra ke Sambo: Jangan Pengecut!

Tim detikNews - detikJabar
Sabtu, 13 Agu 2022 08:53 WIB
Brigjen Hendra Kurniawan dan istri, Seali Syah.
Brigjen Hendra Kurniawan dan istri, Seali Syah. (Foto: dok. Mrs. Seali HK)
Bandung -

Seali Syah pasang badan untuk suaminya, Brigjen Hendra Kurniawan. Hendra, pria asal Bandung, itu dikurung di tempat khusus Mako Brimob Depok lantaran melanggar etik berkaitan penanganan kasus pembunuhan Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Seali, yang juga saudara Ariel NOAH, yakin sang suami tak mengetahui kejadian sebenarnya dalam kasus penembakan Brigadir J yang melibatkan aktor utama, eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Sekadar diketahui, Brigjen Hendra merupakan bawahan Sambo saat bertugas di Divpropam Polri.

Gegara insiden Brigadir J itu Hendra dinonaktifkan sebagai Karo Paminal Divpropam. Dikutip dari detikNews, Sabtu (13/8/2022), Seali menilai perbuatan Sambo itu mengakibatkan Propam Polri tercoreng. Seali meminta Sambu bertanggung jawab kepada anak buah yang tidak bersalah.


"Dari awal aku sudah minta tolong ke teman aku yang kenal sama Pak Arman Hanis untuk sampaikan ke Pak Sambo 'sudah tulis saja, gentle saja' minimal sekarang sudah jelas Anda aktor intelektual pelaku pembunuhan, sekarang Propam Polri sudah jelek, tetapi minimal Anda keluar sedikit saja, jangan pengecut, Anda selamatkan bawahan Anda dong," tutur Seali.

Seali menegaskan bahwa suaminya, Hendra, selama ini menjaga betul-betul marwah Propam sebagai 'polisinya polisi'. "Agak kecewa ya Propam harus rusak. Aku menjamin, kalau dari awal suami aku tahu bahwa narasi awal sebenarnya Sambo adalah pelakunya, dia pasti pasti akan menjadi orang pertama yang memeriksa Sambo," ujar Seali.

Sekadar diketahui, Brigjen Hendra Kurniawan dianggap melanggar etik berkaitan penanganan olah tempat kejadian perkara (TKP) insiden Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Jakarta Selatan. Selain Hendra, ada 30 polisi lain yang terbukti melanggar etik atas kasus ini.

"Jadi untuk Itsus kan pemeriksaan masih bertambah yang sudah dimintai keterangan ada 56, 31 sudah terbukti melakukan pelanggaran etik karena ketidakprofesionalannya di dalam olah TKP," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Kamis (11/8).

(bbn/bbn)