Dikejar Konsumen, Korban Penipuan PO Perabotan Dapur di Jabar Trauma

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Sabtu, 06 Agu 2022 17:12 WIB
Ilustrasi Penipuan
Ilustrasi Penipuan (Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo)
Bandung -

Kasus penipuan pre-order (PO) perabotan rumah tangga yang menimpa dua perempuan asal Jawa Barat masih bergulir. Dua korban yang mengalami penipuan ini mengaku tertekan.

Dua orang perempuan ini yaitu AS (26) dan LH (30). Keduanya merupakan korban dari PO seorang perempuan bernama Tita.

Sebagaimana diketahui, kedua korban membuka PO yang kemudian uang hasil pengumpulan diserahkan kepada FH dan D yang merupakan anak buah dari Tita. Uang yang sudah disetorkan, kini justru tak jelas dan berujung AS dan LH dikejar konsumennya.


Kuasa hukum AS dan LH, Windy Eka Prasetyowati mengatakan kliennya itu terus diburu oleh konsumennya. Padahal, uang sudah disetorkan ke FH dan D.

"Klien kami juga merasa semakin tertekan, trauma juga. Karena didatangi banyak orang. Padahal uang seluruhnya sudah dialirkan termasuk ke Tita," ujar Windy saat dihubungi, Sabtu (6/8/2022).

Kliennya juga tak bisa leluasa untuk keluar rumah. Beberapa kali kliennya kerap bertemu dengan konsumen dan langsung ditagih.

"Tidak sengaja bertemu costumernya langsung ditagih. Sampai nangis-nangis," kata dia.

Windy mengatakan itikad baik sudah dilakukan kliennya dengan merefund uang ke konsumen. Namun, dia mengakui tak bisa semuanya karena keterbatasan kemampuan finansial.

"Sekarang kalau klien kami hanya merefund satu orang saja, yang 300 orang lainnya bagaimana, tidak bisa direfund semuanya," tutur dia.

Laporan pengaduan terhadap FH dan D termasuk Tita sudah diajukan ke Polda Jabar. Pihaknya berharap agar polisi bisa segera menangkap terlapor.

"Kita serahkan semuanya kepada kepolisian," kata Windy.

Seperti diketahui, Dua orang perempuan di Jawa Barat menjadi korban pre-order (PO) perabotan rumah tangga. Duit miliaran dibawa kabur oleh pelaku.

Kasus itu dialami oleh perempuan berinisial AS (26) dan LJ (30). Keduanya diketahui ikut menjual PO perabotan rumah tangga dengan harga yang murah. Perabotan rumah tangga tersebut diketahui bersumber dari PO perempuan bernama Tita.

Nama Tita dalam kasus yang sama juga sempat viral di media sosial (medsos). Sebagaimana dilansir dari detikFinance, para korban yang didominasi ibu-ibu ini mencuit dengan kalimat 'Korban Tita'.

Tita mengelola PO perabotan dapur ini melalui akun WhatsApp. Belakangan Tita menghilang tak ada kabar hingga membawa kabur uang miliaran.

Hal ini jugalah yang dirasakan oleh AS dan LJ. Keduanya memang tak langsung berhubungan dengan Tita melainkan melalui anak buah Tita berinisial FH dan D.

"Tapi dari ring (sumber) yang sama. Atasnya itu Tita," ujar Windy Eka Prasetyowati kuasa hukum dari kedua korban, Rabu (20/7/2022).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo mengatakan laporan pengaduan tersebut sudah diterima. Pihaknya masih akan menyelidiki laporan tersebut.

"Pengaduan sudah kita terima, kita melakukan pendalaman terkait bukti-bikti dan unsur pidananya," kata Ibrahim.



Simak Video "Viral 'Fetish KTP' Diduga Penipuan, Ini Kata Dokter Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)