Sidang Kasus Hoaks, Habib Bahar: Saya Tidak Merasa Bersalah

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Kamis, 04 Agu 2022 22:20 WIB
Kepalan tangan Habib Bahar bin Smith  usia dituntut 5 tahun penjara
Foto: Habib Bahar usai menjalani sidang tuntutan (Dony Indra Ramadhan/detikJabar).
Bandung -

Habib Bahar bin Smith dituntut 5 tahun penjara atas kasus hoaks saat ceramah di Bandung. Bahar tak akan mengakui kesalahannya dalam perkara ini.

"Kalau kasus saya yang dulu saya akui salah. Saya akui salah, tapi tidak dalam agama. Tapi dalam kasus ini, saya tidak mengaku salah secara negara atau agama. Saya tidak merasa bersalah," ujar Bahar dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (4/8/2022).

Hal itu disampaikan Bahar dalam nota pembelaannya atau pleidoi yang disampaikan secara lisan. Pleidoi lisan itu dibacakan usai pleidoi tertulis dibacakan oleh pengacara.


Bahar tak mengaku bersalah lantaran apa yang dia ucapkan dalam ceramah yang membahas penangkapan Habib Rizieq Shihab gegara Maulid Nabi hingga penembakan enam laskar FPI sesuai fakta. Apalagi, kata Bahar, ada bukti foto jasad enam laskar FPI tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bahar juga meyakini bila dirinya akan diputus bersalah oleh majelis hakim. Dia menyinggung soal dalang kematian enam laskar FPI apabila hakim memvonis Bahar tak bersalah.

"Saya pasti diputus bersalah. Karena oknum polisi penembak dibebaskan karena mereka benar. Saya nggak mungkin yang mulia memutus benar. Kalau (vonis) tidak bersalah, maka akan terungkap siapa dalang pembantaian KM 50. Saya yakin diputus bersalah," tutur Bahar.

"Saya tidak berpikir manis. Jiwa saya pejuang," kata Bahar menambahkan.

Bahar menyatakan bahwa dirinya akan tetap berdiri tegak melawan kezaliman. Dia tak perduli berapapun putusan yang diberikan oleh hakim.

"Saya tidak peduli seberapa besar tuntutan, ancaman. Tetap saya tegak, tidak pernah menundukan kepala untuk melawan kezaliman demi membela bangsa, agama dan rakyat. Jangankan dipenjara, nyawa saya, jiwa saya, murah harganya," kata Bahar.

Majelis hakim yang diketuai oleh Dodong Rusdani menanggapi soal hal tersebut. Dia mengatakan persidangan terhadap Bahar ini didasari adanya proses hukum.

"Kami mengadili habib atas dasar ada dasar hukumnya. Begitu juga jaksa. Hanya persoalan nanti bagaimana, kita serahkan kepada Allah. Karena Allah yang memiliki keadilan," kata Dodong.

Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith dituntut 5 tahun penjara. Jaksa menilai Bahar terbukti melakukan penyebaran berita bohong saat ceramah di Bandung.

Tuntutan terhadap Bahar diucapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (28/7/2022).

"Menuntut terdakwa HB Assayid Bahar bin Ali bin Smith dengan pidana penjara selama 5 tahun," ujar JPU.

(dir/mso)