Sidang Kasus Hoaks

Dituntut 5 Tahun Penjara, Habib Bahar Bicara soal Keadilan

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Kamis, 04 Agu 2022 21:48 WIB
Sidang Habib Bahar bin Smith.
Foto: Sidang Habib Bahar bin Smith (Dony Indra Ramadhan/detikJabar).
Bandung -

Habib Bahar bin Smith menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 5 tahun yang diberikan jaksa penuntut umum (JPU) kasus penyebaran berita bohong atau hoaks. Bahar menganggap tuntutan yang diberikan jaksa tak adil dan penuh intervensi.

Pembelaan tersebut disampaikan Bahar dalam sidang beragenda pembacaan pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Kamis (4/8/2022).

Bahar menyampaikan pleidoinya secara lisan usai pleidoi tertulis dari kuasa hukum setebal 194 halaman dibacakan hingga malam hari. Dalam pleidoi lisannya, Bahar menyinggung soal tulisan 'untuk keadilan' dalam tuntutan JPU.


"Saya tertawa melihat isi dakwaan 'untuk keadilan' tapi nyatanya isinya bohong. Penuh kemunafikan dan kepalsuan," ujar Bahar.

Bahar lantas berbicara soal keadilan. Dia menganggap apa yang dia alami saat ini bukan suatu keadilan. Sebab, kata dia, banyak pelaku-pelaku penista agama lain yang justru tak diproses. Dia juga menyinggung soal korupsi yang kerap terjadi di tanah air.

Bahkan, Bahar menuding tuntutan lima tahun penjara yang dia terima dari jaksa merupakan intervensi dan bukan keinginan JPU.

"Saya yakin, tuntutan lima tahun bukan kemauan mereka (JPU). Tapi intervensi atasan. Makanya saya bilang jangan untuk keadilan, tapi kezaliman. Mana keadilan, saya ditangkap secepat kilat, belum diperiksa saksi sudah ditahan," katanya.

Bahar juga heran atas kasus yang menjerat dia hingga dituduh menimbulkan keonaran atas ceramah yang dilakukan di Lampung Cibisoro, Kabupaten Bandung akhir tahun lalu itu. Dia turut menyinggung pejabat yang justru kerap berbicara kebohongan namun tak diproses.

"Keonaran daring gara-gara saya ceramah. Beda pendapat di media sosial, apakah adil? Kenapa banyak pejabat berbohong, berdusta, ingkar janji, bukan kah itu kebohongan yang di dalamnya ada keonaran, bahkan keonaran daring, banyak rakyat susah. Apa ini disebut keadilan?," kata Bahar dengan nada suara tinggi.

Sebelumnya, Habib Bahar bin Smith dituntut 5 tahun penjara. Jaksa menilai Bahar terbukti melakukan penyebaran berita bohong saat ceramah di Bandung.

Tuntutan terhadap Bahar diucapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (28/7/2022).

"Menuntut terdakwa HB Assayid Bahar bin Ali bin Smith dengan pidana penjara selama 5 tahun," ujar JPU.

(dir/mso)