Polres Gandeng Bareskrim Usut Peretasan Situs Kejari Garut

Hakim Ghani - detikJabar
Kamis, 04 Agu 2022 16:04 WIB
Tampilan website Kejari Garut yang diretas dengan tampilan informasi Brigadir J
Foto: Tampilan website Kejari Garut yang diretas dengan tampilan informasi Brigadir J (Dony Indra Ramadhan/detikJabar).
Garut -

Polres Garut tengah mendalami peretasan situs Kejaksaan Negeri Garut oleh orang tak dikenal pada Rabu (3/8) kemarin. Penyidik berkoordinasi dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) untuk melakukan pengusutan.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan sejak Rabu sore kemarin, Tim Siber Polres Garut sudah dikerahkan untuk melakukan penyelidikan terkait peretasan yang dialami situs resmi milik Kejari Garut.

"Saat ini masih dalam penyelidikan," ujar Wirdhanto kepada wartawan, Kamis (4/8/2022).


Wirdhanto mengatakan untuk mengungkap aktor di balik peretasan website Kejari Garut, pihaknya berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri. Penyidik memasok data-data hasil penyelidikan awal terkait kasus ini. Nantinya, Bareskrim akan membantu proses penyelidikan.

"Karena itu kan datanya digital semua, jadi saat ini masih dalam penyelidikan. Yang jelas, nanti dari Bareskrim yang akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Alatnya kan dari sana," katanya.

Sekadar diketahui, publik dibuat heboh usai website resmi milik Kejaksaan Negeri Garut, kejari-garut.go.id diretas orang tak dikenal pada Rabu (3/8) siang kemarin. Peretasan diketahui usai sebuah akun Instagram mengunggah tangkapan layar peretasan situs jaksa itu.

"Maaf gan @kejari_garut numpang posting. Selamat datang di Negeri Wakanda," tulis admin akun tersebut.

Tak lama setelah itu, pihak Kejari Garut kemudian angkat bicara. Melalui Kasi Intel Irwan, Kejari mengkonfirmasi peretasan tersebut. Menurut Irwan, pihaknya menduga peretasan dilakukan oleh kelompok yang juga pertama kali mengumumkan peretasan itu di Instagram.

"Peretasan dilakukan dengan tulisan 'bubarkan Satgassus Merah Putih', serta memposting berita-berita sensitif, yang berkaitan dengan perkara Brigadir J," kata Irwan.

Saat ini, website Kejari Garut yang diretas itu sudah tidak bisa diakses. Halaman situs diketahui telah di-suspend.

(mso/mso)