Kota Sukabumi

Keluarga Mundur Jadi Saksi di Sidang Pasutri Penginjak Al-Qu'ran

Siti Fatimah - detikJabar
Kamis, 04 Agu 2022 15:38 WIB
Sidang kasus penistaan agama di Sukabumi.
Foto: Sidang kasus penistaan agama di Sukabumi (Siti Fatimah/detikJabar).
Sukabumi -

Persidangan ketiga kasus pasutri dugaan penistaan agama di Sukabumi berlanjut. Ayah terdakwa Cep Dika sekaligus mertua Silfi Latifah memutuskan untuk mengundurkan diri dalam persidangan tersebut.

Pantauan detikJabar, persidangan berlangsung secara terbuka di ruang Kartika Pengadilan Negeri Kota Sukabumi, Kamis (4/8/2022). Mulanya ada tiga orang yang duduk di kursi saksi.

Ketua Majelis Hakim Sylvia Yudhiastika membacakan beberapa profil para saksi salah satunya Ujang Supriana selaku orang tua terdakwa Cep Dika Eka. Ujang mengaku memiliki hubungan keluarga dengan kedua terdakwa.


Sebelum mengucap sumpah, hakim menanyakan pada Ujang terkait ketersediaannya menjadi saksi. Kemudian Ujang memilih untuk mengundurkan diri.

"Mengundurkan diri," kata Ujang di ruang sidang Pengadilan Negeri Kota Sukabumi, Kamis (4/8/2022).

Hakim Sylvia mempersilahkan Ujang untuk keluar ruangan sidang dan menjelaskan terkait pengunduran diri keluarga sebagai saksi.

"Undang-undang mengatur seperti itu, karena ada hubungan keluarga. Ditanya dulu bersedia atau tidak. Kalau bersedia dia kita periksa, kalau tidak ya silahkan pergi," kata Sylvia.

Sebelumnya diberitakan, kasus dengan nomor perkara 136/Pid.Sus/2022/PN Skb ini beragendakan pemeriksaan saksi dan ahli. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Sylvia Yudhiastika. Ia ditemani oleh dua orang hakim anggota yaitu Christoffel Harianja dan Rahmawati.

Kedua terdakwa Cep Dika Eka (25) dan Silfi (24) terlibat kasus dugaan penistaan agama yang dilakukannya pada 4 Mei 2022 lalu. Cep Dika diketahui membuat konten yang berisi menantang umat Islam dan menginjak Al Quran, sedangkan Silfi disebut sebagai penyebar video itu melalui akun media sosial sang suami.

(mso/mso)