Round-Up

Tudingan Intervensi hingga Keikhlasan Habib Bahar Dituntut 5 Tahun Bui

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Jumat, 29 Jul 2022 06:45 WIB
Kepalan tangan Habib Bahar bin Smith  usia dituntut 5 tahun penjara
Foto: Habib Bahar usai sidang tuntutan di PN Bandung (Dony Indra Ramadhan/detikJabar).
Bandung -

Habib Bahar bin Smith terancam lebih lama mendekam di balik jeruji besi. Itu setelah dirinya dituntut 5 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Jaksa menuntut Bahar hukuman 5 tahun penjara lantaran dianggap terbukti menyebarkan berita bohong saat ceramah di Bandung akhir tahun lalu. Bahar dianggap melanggar sebagaimana Pasal 14 UU nomor 1 tahun 1946 Jo Pasal 55 KUHPidana sebagaimana dakwaan primer.

"Menuntut terdakwa HB Assayid Bahar bin Ali bin Smith dengan pidana penjara selama 5 tahun," ujar JPU yang diketuai Suharja dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (28/7/2022).


Jaksa menilai perbuatan Bahar dalam ceramah terbukti mengandung unsur kebohongan. Dalam dakwaannya, Bahar dianggap berbohong saat menyampaikan materi soal habib Rizieq Shihab dipenjara gegara menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW dan kematian enam laskar FPI yang disebut Bahar dalam ceramah disiksa hingga dibantai.

Jaksa juga mempertimbangkan hal yang meringankan dan memberatkan. Adapun hal yang memberatkan perbuatan Bahar dianggap meresahkan masyarakat dan tak merasa bersalah. Sedangkan hal meringankan, Bahar memiliki tanggungan keluarga.

Usai tuntutan dibacakan, riuh terjadi di ruang sidang. Massa dari Bahar bergemuruh bahkan sesekali berteriak menganggap tuntutan jaksa tak adil.

Bahar sendiri bereaksi. Dia menyinggung soal pengadilan akhirat ke arah jaksa.

"Saya ingin bertanya kepada jaksa. Sekarang anda mendakwa saya, anda menuntut saya yang menyampaikan kebenaran. Kelak di akhirat, anda akan didakwa di akhirat," ucap Bahar yang disambut gemuruh pendukung.

Bahar juga berbicara soal tuntutannya kepada massa pendukung yang berada di luar gedung PN Bandung. Sesaat sebelum masuk ke dalam mobil tahanan, pemilik Pondok Pesantren Tajul Allawiyin Bogor ini berbicara lantang. Sambil mengepalkan tangannya, dia meminta agar pendukungnya tak berkecil hati atas tuntutan 5 tahun penjara.

"Saya dituntut lima tahun, jangan ada yang berkecil hati. Jangankan 5 tahun, walaupun saya dituntut sampai dituntut hukuman mati, bagi saya ikhlas,ridho," ucap Bahar.