Sosok Penanggung Jawab Demo Ricuh GMBI di Mapolda Jabar Terungkap

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Senin, 30 Mei 2022 21:12 WIB
Ormas GMBI menendang pagar Polda Jabar
Demo ricuh GMBI (Foto: istimewa).
Bandung -

Sidang kasus demo ricuh yang dilakukan oleh LSM GMBI di Mapolda Jabar kembali berlanjut. Saksi mengungkap sosok penanggung jawab dalam demo berujung ricuh itu.

Dalam lanjutan sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Senin (30/5/2022), jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menghadirkan enam orang saksi. Dua di antaranya dicecar soal sosok penanggung jawab dalam aksi tersebut.

Yudi misalnya anggota GMBI distrik Sumedang tersebut menuturkan sebelum demo berlangsung pada Januari 2022 lalu, Ketum GMBI M Fauzan Rahman sebagai penanggung jawab. Akan tetapi dalam perjalanan, tanggung jawab saat demo beralih.


"Jadi semula Ketua Umum yang pegang kendali. Setelah rapat pimpinan, ada peralihan kewenangan dan tanggung jawab yaitu Direktorat Politik dan Keamanan (GMBI) Ir Mulawarman," ucap Yudi.

Mulawarman sendiri ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Dia juga duduk sebagai terdakwa atas demo yang berujung ricuh. Hal ini terungkap saat para saksi dicecar soal sosok penanggung jawab aksi.

Menurut Yudi, Fauzan juga tak pernah hadir dalam rapat-rapat sebelum aksi demo berlangsung. Dia hanya mendapat hembusan dari anak buahnya.

Usai rapat-rapat tersebut, GMBI juga menyurati Polda Jabar untuk pemberitahuan adanya aksi demo. Salah seorang saksi dari Intel Polda Jabar bernama Karto menyebut bila dalam surat itu penanggung jawab aksi merupakan Ir Mulawarman.

"Dari saksi Intel Polda Jabar, dia (Mulawarman) yang berkomunikasi dan datang ke kepolisian. Bahkan membuat pernyataan tidak akan anarkis dan menjalankan prokes," ujar Rizki Rizgantara kuasa hukum dari Fauzan usai sidang.

Sebelumnya, belasan anggota LSM GMBI dihantui hukuman berat. Sebab, mereka dijerat pasal berlapis atas aksi demo ricuh di Mapolda Jabar.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan itu dibacakan dalam sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Rabu (18/5/2022).

Adapun ke-13 terdakwa yakni M Fauzan Rahman, Asep Rahmat, Ganda Purnama, Moh Mashur alias Abah, Ir Mulawarman, Wendy Napitupulu, Toni Syaripudin Hidayat, Siin, Syafaat, Chepy, Gugun Gunawan, Warmah dan Setia Bambang Irawan. Mereka menjalani sidang secara virtual.

"Bahwa para terdakwa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang," ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar Hayomi Saputra saat membacakan dakwaan.

Para terdakwa dijerat pasal berlapis atas perbuatannya itu. Pasal berlapis tersebut tertuang dalam lima dakwaan yang menjerat para terdakwa. Adapun para terdakwa dijerat dengan Pasal 160 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 56 ke-2 KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Kemudian Pasal 406 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 56 ke-2 KUHP dalam dakwaan kedua, Pasal 170 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 56 ke-2 dalam dakwaan ketiga.

Terdakwa juga dikenakan pasal lainnya yakni Pasal 93 UU Nomor 6 tahun 2017 tentang kekarantinaan kesehatan Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan Pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.

(dir/mso)