Rusak Pagar di Bandung, 4 Pria Divonis 6 Bulan Bui

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Selasa, 17 Mei 2022 15:50 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi palu hakim (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Bandung -

Empat pria di Bandung divonis enam bulan bui. Mereka terbukti bersalah melakukan perusakan pagar hingga posko sebuah organisasi masyarakat (ormas) di Bandung.

Keempat terdakwa tersebut yakni Yuby Late Pieter U W Pandango, Joni Johanes Bulu, Alexi Wini Buala dan Seprianus Tenggela. Mereka menjalani vonis yang dibacakan hakim pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Selasa (17/5/2022).

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa pidana penjara selama enam bulan," ucap hakim saat membacakan amar putusannya.


Hakim menilai keempat terdakwa terbukti bersalah sesuai Pasal 170 ayat (1) KUHP. Hal ini sesuai dengan dakwaan alternatif pertama yang didakwakan terhadap terdakwa.

Hukuman enam bulan bui dari hakim ini lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa. Dalam sidang tuntutan, jaksa meminta hakim memvonis 2 tahun bui.

Duduk Perkara

Kasus perusakan ini bermula saat Yuby Late Pieter menyuruh tiga orang Joni Johanes Bulu, Alexi Wini Buala dan Seprianus Tenggela melakukan pembongkaran tembok pagar yang dibangun oleh PT Ateja Land Lestari di Jalan Sutami, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung pada 2021 lalu.

Pagar tersebut berada di atas lahan milik Kurniadi Muljana Tjandra, Subianto Tjandra dan Agus Surjadi Tjandra. Bukti kepemilikan lahan tersebut tertuang dalam sertifikat hak milik nomor 2355 yang dikeluarkan 15 Februari 1996. Belakangan pengelolaan lahan tersebut diserahkan kepada PT Ateja Land Lestari.

Namun belakangan atau pada Desember 2021, terjadi pembongkaran di lahan tersebut. Salah satu terdakwa yakni Joni disuruh itu memukul-mukul tembok pagar dengan besi hingga roboh.

Sedangkan terdakwa lain, Alexi mendorong tembok dengan pagar menggunakan tangan sampai roboh. Sementara Seprianus Tenggela memiliki pagar menggunakan palu besar.

Selain membongkar tembok pagar, para terdakwa juga merusak posko Ormas yang terbuat dari bambu beratap seng. Mereka mencopot satu persatu bambu tersebut.

Dalam dakwaan jaksa, perbuatan mereka dinilai menimbulkan kegaduhan dan keributan warga sekitar. Bahkan, perbuatannya itu menimbulkan kerugian Rp 11,4 juta bagi PT Ateja Land Lestari dan Rp 4,3 juta bagi pihak ormas.

(dir/bbn)