Eksepsinya Ditolak Hakim, Habib Bahar: Saya Bersyukur!

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Selasa, 26 Apr 2022 12:49 WIB
Suasana sidang Habib Bahar bin Smith di PN Bandung.
Suasana sidang Habib Bahar bin Smith (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikJabar).
Bandung -

Nota keberatan atau eksepsi yang diajukan Habib Bahar bin Smith ditolak hakim. Habib Bahar bersyukur atas penolakan eksepsinya itu.

"Saya bersyukur kepada Allah atas putusan sela hakim bahwasannya putusan sela-nya eksepsi saya ditolak," ucap Bahar usai sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (26/4/2022).

Bahar punya alasan dia bersyukur atas penolakan putusan itu. Menurutnya, dengan adanya penolakan itu sidang akan berlanjut.


"Kenapa? Karena sidang bisa berjalan saya bersyukur," kata dia.

Bahar menyatakan dengan sidang yang akan kembali digelar, dia siap membuktikan ucapannya dalam ceramah benar dan bukan hoaks seperti yang dituduhkan jaksa dalam dakwaannya. Adapun beberapa ucapan Bahar yang didakwakan seperti soal Habib Rizieq Shihab dipenjara gegara Maulid Nabi hingga kematian enam laskar FPI di KM50.

"Nantinya saya akan membuktikan bahwasannya apa yang saya sampaikan Habib Rizieq dipenjara karena Maulid itu benar adanya. Dan bahwasannya enam laskar yang dibantai dengan keji di km 50 benar adanya dan akan saya buktikan di persidangan," tutur dia.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menolak nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa yang diajukan oleh Habib Bahar bin Smith. Perkara penyebaran hoaks itupun dilanjutkan.

Hal itu diungkapkan hakim Dodong Rusdani saat sidang beragenda putusan sela yang digelar di PN Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Selasa (26/4/2022).

"Mengadili, menyatakan menolak eksepsi terdakwa Habib Assayid Bahar bin Ali bin Smith alias Habib Bahar bin Smith seluruhnya," ucap hakim saat membacakan amar putusan sela.

Bahar diseret ke meja hijau atas kasus dugaan penyebaran berita bohong saat ceramah Maulid Nabi di Bandung. Selain Bahar, pengunggah video Tatan Rustandi juga diadili.

Dalam perkara ini, Bahar dan juga pengunggah video dianggap melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1945 tentang peraturan hukum pidana dan atau Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat 1E KUHPidana.

(dir/mso)