Satu Auditor BPK Jabar Jadi Tersangka Pemerasan

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Kamis, 31 Mar 2022 16:39 WIB
Kepala Kejati Jabar Asep N Mulyana
Kepala Kejati Jabar Asep N Mulyana (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikJabar).
Bandung -

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menetapkan satu dari dua orang auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Jawa Barat sebagai tersangka. Sementara satu orang lainnya, belum ditemukan cukup bukti.

"Dari hasil pemeriksaan intensif dari sore kemarin, malam, sampai tadi siang dan setelah gelar perkara, tim penyidik menyimpulkan bahwa terhadap oknum AMR ditetapkan sebagai tersangka karena sudah memenuhi dua alat bukti yang cukup," ujar Kepala Kejati Jabar Asep N Mulyana di Kantor Kejati Jabar, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (31/3/2022).

AMR terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Kejaksaan di Kabupaten Bekasi. Selain AMR, Jaksa juga menangkap pegawai berinisial F.


Akan tetapi, berdasarkan gelar perkara yang dilakukan. Pegawai berinisial F tersebut belum menjadi tersangka. Pasalnya, setelah dilakukan pendalaman, belum cukup bukti yang mengarah F sebagai tersangka.

"Sedangkan terhadap oknum F, yang kami sampaikan kemarin diamankan bersama tersangka AMR berdasarkan hasil pemeriksaan tim penyidik secara intensif, masih belum ditemukan cukup bukti untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan," tutur Asep.

"Oleh sebab itu, terhadap oknum F, kami serahkan kepada BPK Jabar untuk pembinaan selanjutnya," kata Asep menambahkan.

Asep mengatakan meski belum ditetapkan sebagai tersangka, tim penyidik akan terus melakukan pendalaman. Tak menutup kemungkinan F bisa menjadi tersangka apabila ditemukan alat bukti yang cukup.

"Tentu pengembangan perkara tidak terbatas dua orang. Saya katakan tadi walaupun F saat ini dikembalikan ke BPK untuk sementara, sekali lagi tidak tutup kemungkinan kalau dikemudian hari hasil penyidikan kami ada alat bukti baru, tentu kami akan proses lebih lanjut," ucap Asep.

Sebelumnya, Kejaksaan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi. OTT dilakukan terhadap penyelenggara negara.

Kedua pegawai tersebut diketahui melakukan pemerasan terhadap satu RSUD Cabang Bungin dan 17 puskesmas di Kabupaten Bekasi. Adapun total uang yang terkumpul mencapai Rp 350 juta.

(dir/mso)