Perlukah RK-Hengky Diperiksa Usai Serahkan Donasi Bareng Doni Salmanan?

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Selasa, 22 Mar 2022 15:10 WIB
Doni Salmanan saat dirilis oleh Polisi di Mabes.
Doni Salmanan (Foto: Pool/Noel/detikFoto)
Bandung -

Sejumlah pesohor yang pernah menerima hadiah atau uang dari Doni Salmanan diperiksa polisi. Ahli hukum pidana Musa Darwin Pane juga menilai polisi perlu meminta keterangan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan.

Keduanya tercatat pernah bersama-sama dengan Doni Salmanan membagikan sembako saat kondisi COVID-19. Musa menilai, untuk terangnya suatu perkara, tak ada salahnya memeriksa kedua pejabat tersebut.

"Kalau menurut saya, untuk terangnya suatu perkara, ya harus diperiksa, RK dan Hengky Kurniawan, supaya terang," ujar Musa saat berbincang dengan detikJabar via sambungan telepon, Selasa (22/3/2022).


Menurut Musa, pemeriksaan terhadap Ridwan Kamil dan juga Hengky Kurniawan ini untuk mengetahui asal muasal uang yang digunakan Doni Salmanan untuk memberikan sembako bersama RK dan Hengky Kurniawan.

"Dalam rangka apa dia menerima bantuan itu, atau kenal nggak Pak Ridwan Kamil sama Doni Salmanan, atau Pak Hengky kenal dekat nggak sama Doni Salmanan, kan gitu ya. Kalau kita kenal dekat kan bisa saja sih tidak mempertanyakan terlalu dalam kan, kalau kita kenal dekat atau ada kemitraan, atau ada hubungan keluarga, bisa saja tidak bertanya. Tapi kalau nggak ada hubungan sama sekali, harusnya selektif, gitu kan," tutur dia.

Sehingga, alangkah baiknya penyidik meminta keterangan pada Ridwan Kamil dan juga Hengky Kurniawan. Hal ini, sambung dia, untuk menjelaskan terkait sumber uang yang digunakan Doni Salmanan untuk memberi bantuan kepada masyarakat.

"Kalau menurut saya sih bagusnya dipanggil, diperiksa, sama seperti yang lain, influencer yang lain. Pendapat saya seharusnya dipanggil, perlu itu, penting," tutur dia.

Jejak Ridwan Kamil dan Doni Salmanan ini tercatat pada 3 Agustus 2021 silam. Crazy rich Soreang itu mendonasikan uang ratusan juta hasil lelang motor sport koleksinya. Saat itu Doni melelang sepeda motor Yamaha R1M berwarna merah. Motor dengan kapasitas mesin 1.000 cc 4 silinder itu laku terjual dengan harga Rp 830 juta kepada seorang YouTuber juga yang bernama Lanang Cikal Narendra.

Pujian mengalir bagi Doni karena di usianya yang masih sangat muda ia menunjukkan kepedulian pada sesama dengan menyumbangkan seluruh uang hasil lelang tersebut untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi.

Tak main-main, uang donasi hasil lelang motor sport itu diserahkan langsung pada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan di kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Total ada tiga truk boks berisi kebutuhan masyarakat yang disiapkan oleh Doni untuk kemudian disalurkan pada masyarakat yang membutuhkan.

"Saya melelang motor Yamaha R1M punya saya seharga Rp 830 juta, dan semuanya saya donasikan," ungkap Doni Salmanan kepada wartawan usai prosesi penyerahan donasi di Padalarang, Bandung Barat kala itu.

Penuh percaya diri, Doni menyebut ia amat peduli pada masyarakat sampai rela melepas koleksi motor kesayangannya. Apalagi saat itu masyarakat benar-benar kelimpungan akibat berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah guna menekan penyebaran kasus COVID-19.

"Saya yang punya penghasilan ingin membantu dengan cara berbagi seperti ini," kata Doni.

Ridwan Kamil sendiri pernah merespons hal tersebut. ia balik bertanya kepada awak media.

"Coba saya tanya, kenapa kamu bertanya begitu. Datanya apa?," tanya Kang Emil.

"Hasil motor gedenya (lelang moge jadi sumbangan)," timbal seorang wartawan.

"Apa hubungannya sama Pemprov saya tanya? Enggak ada kang, jadi jangan menyetting seolah-olah pemprov terima uang, itulah ada orang yang menyumbang ke rakyat minta disaksikan oleh Gubernur. Oleh pemerintah provinsi, maka dipersilakan saja," jelas Kang Emil.

Kang Emil menegaskan, jika dirinya hanya menyaksikan penyaluran bantuan.

"Akang mau nyumbang ke rakyat, mau akang latar belakangnya apa, mau saat krisis, saya akan apresiasi, bukan berarti ada aliran ke pemerintah gitu," tuturnya.

"Jadi saya titip dalam menyampaikan berita juga proporsional supaya tidak jadi salah paham," pungkasnya.

(dir/yum)