Menilik Lagi Perjalanan Kasus OC Kaligis hingga Bebas dari Sukamiskin

Tim detikcom - detikJabar
Sabtu, 19 Mar 2022 16:55 WIB
PN Jaksel mengadakan mediasi atas gugatan perdata OC Kaligis terhadap Kejagung yang menyeret nama Novel Baswedan. Hasilnya, mediasi tersebut deadlock atau gagal.
OC Kaligis (Foto: Grandyos Zafna/detikcom).
Bandung -

OC Kaligis sudah bisa menghirup udara bebas. Dia mendapat cuti jelang bebas dan kini sudah keluar dari Lapas Sukamiskin.

Selama mendekam di balik jeruji besi, pengacara kondang ini mencoba berbagai upaya agar masa hukumannya dipersingkat. Dia mengajukan langkah hukum mulai tingkat banding hingga peninjauan kembali atas kasusnya.

Berikut perjalanan kasus OC Kaligis dikutip detikJabar dari detiknews, sejak putusan pertama hingga bebas:


Pada tingkat pertama, OC Kaligis divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta. Dia dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan OC Kaligis terbukti bersama-sama dengan Moh Yagari Bhastara Guntur alias Gary memberikan uang total USD 27 ribu dan SGD 5.000. Duit ini berasal dari Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti.

"Menyatakan Terdakwa Otto Cornelis Kaligis terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi," ujar hakim ketua Sumpeno membacakan amar putusan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar, Jakpus, Kamis (17/12/2015).

Duit diberikan kepada tiga hakim PTUN, yakni Tripeni Irianto Putro sebesar SGD 5.000 dan USD 15 ribu, Dermawan Ginting dan Amir Fauzi masing-masing sebesar USD 5.000 serta kepada Syamsir Yusfan selaku panitera PTUN Medan sebesar USD 2.000.

Duit suap diberikan dengan maksud mempengaruhi putusan atas permohonan pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas penyelidikan tentang dugaan terjadinya tindak pidana korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Pemprov Sumatera Utara.

Atas putusan tersebut, Kaligis mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Bukannya mendapat keringanan hukuman, majelis hakim pada PT Jakarta malah menambah hukuman OC Kaligis.

Hukuman Kaligis dari 5,5 tahun menjadi 7 tahun penjara. Meski begitu, putusan PT Jakarta ini masih di bawah tuntutan jaksa KPK saat itu, yaitu 10 tahun penjara.

"Pada pokoknya putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta mengubah putusan pengadilan tingkat pertama mengenai penjatuhan pidana dari 5,5 tahun penjara dinaikkan menjadi pidana penjara selama 7 tahun," kata pejabat Humas PT DKI Jakarta Heru Purnomo saat dihubungi detikcom, Jumat (3/6/2016).

Bagaimana kelanjutan perjalanan kasus yang dihadapi OC Kaligis, baca selengkapnya di sini.

(mso/mso)