Asa Baru 100 Pekerja Korban PHK di Indramayu

Asa Baru 100 Pekerja Korban PHK di Indramayu

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Senin, 26 Okt 2026 23:10 WIB
Peserta pelatihan kerja di Indramayu
Peserta pelatihan kerja di Indramayu (Foto: istimewa)
Indramayu -

Bayang-bayang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi momok yang menakutkan bagi banyak pekerja di tengah situasi ekonomi tahun 2026 ini. Sulitnya mencari celah di pasar kerja yang kian sempit seringkali membuat mereka yang kehilangan pekerjaan merasa buntu. Namun, di Indramayu, ada secercah harapan yang coba dinyalakan lewat inisiatif taktis dari aparat kepolisian setempat.

Sebanyak 100 warga yang kehilangan mata pencaharian kini tak lagi sekadar meratapi nasib. Mereka diberikan kesempatan untuk menempa diri melalui pelatihan vokasi, sebuah langkah untuk membekali diri sebelum kembali bertarung di dunia kerja atau memberanikan diri membuka usaha mandiri.

Ada empat bidang keterampilan yang menjadi fokus utama dalam pelatihan ini. Para peserta dapat memilih untuk mendalami seni menyeduh kopi sebagai barista (espresso dan latte art), menguasai mesin jahit single needle, mempelajari dasar-dasar digital marketing, hingga mengasah keahlian teknis penanganan refrigeran untuk teknisi pendingin ruangan (AC).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan-pilihan ini bukan tanpa alasan. Keahlian meracik kopi, misalnya, diproyeksikan agar peserta bisa terserap di industri kedai kopi yang terus tumbuh atau bahkan membangun brand minuman sendiri. Sementara itu, penguasaan pemasaran digital menjadi senjata ampuh di era serba daring, baik untuk mendukung bisnis pribadi maupun mengisi posisi di departemen pemasaran perusahaan.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, keterampilan menjahit dan teknisi AC menawarkan peluang jasa yang selalu dibutuhkan masyarakat. Meski pintu kesempatan terbuka lebar, keberhasilan para peserta nantinya akan sangat bergantung pada sejauh mana mereka menguasai kompetensi tersebut dan bagaimana mereka membaca kebutuhan pasar yang dinamis.

Kapolres Indramayu, AKBP Prianggo, menegaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk memulihkan kepercayaan diri dan ekonomi warga yang terdampak PHK.

"Kami ingin membantu masyarakat yang terdampak PHK agar memiliki keterampilan baru dan kesempatan untuk kembali bekerja. Melalui program ini, peserta bisa belajar kemampuan yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan maupun membuka usaha sendiri," kata Prianggo dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).

Langkah ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Polres Indramayu dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, serta Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat.

Prionggo mengatakan, sinergi antarinstansi ini bertujuan untuk memastikan materi pelatihan selaras dengan standar industri. Sebab, kata dia, bagi mereka yang baru saja kehilangan pekerjaan, keterampilan teknis hanyalah langkah awal. Mereka tetap membutuhkan jembatan berupa akses informasi lowongan kerja, program pemagangan, hingga pendampingan nyata agar keahlian yang baru didapat tidak menguap begitu saja.

"Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti setelah peserta mendapatkan keterampilan. Ke depan, kami ingin mendorong adanya akses informasi lowongan kerja, pemagangan, hingga pendampingan bagi peserta yang ingin memulai usaha," tutur Prianggo.

Kasat Binmas Polres Indramayu, Iptu Tasim, menyebutkan bahwa kehadiran kepolisian dalam ranah ini adalah wujud kepedulian terhadap persoalan sosial dan ekonomi yang menghimpit masyarakat, terutama masalah pengangguran.

"Program ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi, termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan akibat PHK," ujar Tasim.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno menambahkan bahwa diversifikasi keterampilan akan memperluas jalan bagi para peserta untuk kembali berdaya secara finansial.

"Harapannya, keterampilan yang diperoleh bisa menjadi bekal bagi peserta untuk kembali bekerja atau mengembangkan usaha mandiri. Dengan begitu, mereka memiliki peluang untuk kembali memperoleh penghasilan setelah terdampak PHK," kata Tarno.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads