Cirebon Raya Sepekan: Kobaran Api Hanguskan Hutan Gunung Ciremai

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 25 Okt 2026 18:30 WIB
Kebakaran di Gunung Ciremai beberapa waktu lalu (Foto: Istimewa).
Cirebon -

Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Cirebon Raya (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) dalam sepekan terakhir. Mulai dari terbakarnya hutan di kaki Gunung Ciremai hingga ratusan orang di Cirebon jadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berikut rangkuman berita Cirebon Raya pekan ini.

Pria Cirebon Ditemukan Tewas di Hutan Ciremai

Seorang pria ditemukan tewas di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Blok Batuluhur, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Jasad pria tersebut ditemukan dalam kondisi terlentang dengan luka di bagian kepala dan wajah.

Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz memaparkan bahwa jasad pria tersebut ditemukan pada Minggu (18/10) malam sekitar pukul 19.40 WIB.

Ditemukannya jasad tersebut bermula ketika sejumlah warga yang sedang mencari pakan untuk memancing merasa curiga dengan keberadaan sebuah sepeda motor Yamaha Lexi berwarna merah bernomor polisi E 5214 HM yang terparkir di pinggir jalan.

Karena penasaran, warga kemudian memeriksa area di sekitar lokasi dan mendapati seorang pria tergeletak di kawasan hutan TNGC. Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang dengan luka pada bagian wajah dan kepala.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD 45 Kuningan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi guna membantu mengungkap penyebab kematian.

Menurut Abdul, dari hasil pemeriksaan sementara, korban diketahui bernama DP (25), warga Klangenan, Kabupaten Cirebon yang bekerja sebagai seorang pedagang.

"Korban bernama DP (25), warga Klangenan, Kabupaten Cirebon, yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang," tutur Abdul, Senin (19/10/2026).

Polisi kemudian menangkap AM (24), pelaku pembunuhan DP. Keduanya diketahui merupakan teman sejak kecil. Pelaku sendiri sehari-harinya bekerja sebagai tukang servis kulkas.

Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama membenarkan bahwa motif pelaku melakukan aksi pembunuhan tersebut karena kesal terhadap tuduhan yang kerap dilayangkan oleh keluarga korban.

"Motifnya sendiri setelah kita lakukan pemeriksaan, kita dalami bahwa motifnya itu adalah sakit hati. Yang membuat dia sakit hati itu adalah tuduhan kepada pelaku dari keluarga-keluarga korban, bahwa pelaku ini sering mengajak korban untuk berbuat yang tidak-tidak atau hal yang tidak baik, seperti itu. Jadi sakit hati intinya," tutur Bellen.

Warga Majalengka Keluhkan Kelangkaan BBM

Warga mulai kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite, di Kabupaten Majalengka. Pantauan detikJabar saat liputan di SPBU Jatipamor, Kecamatan Panyingkiran, tulisan 'Pertalite Habis' juga terpampang di area SPBU tersebut.

Di lokasi yang sama, mobil tangki terlihat tengah memasok BBM ke tangki penyimpanan SPBU. Meski demikian, sejumlah pengendara masih dilayani untuk mengisi BBM karena telah mengantre sebelum proses pengisian berlangsung.

Salah seorang pengendara mobil bak terbuka, Ade Abdullatif, mengaku mengalami kesulitan mencari BBM selama empat hari terakhir. Dia menyebut beberapa SPBU yang biasa didatangi dalam kondisi kosong.

"Sekarang lagi sulit banget. Dari (SPBU) Simpeureum (Cigasong) cuma ada yang di sini," kata Ade saat diwawancarai detikJabar di lokasi, Selasa (20/10/2026).

Ade mengatakan, waktu antrean untuk mendapatkan BBM juga lebih lama dibandingkan hari-hari biasanya. Jika biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit, kini dia harus menunggu lebih dari setengah jam.

"(Sekarang isi BBM bisa sampai) setengah jam lebih. Biasanya lancar, paling lama antre 10 menit," ujarnya.

Dia berharap pelayanan pengisian BBM bisa kembali lancar sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengantre. "Kalau bisa ke depannya agak lebih cepat. Pengisian di pom bensinnya lancar," ucapnya.

Sementara itu, penanggung jawab SPBU Jatipamor, Fahmi Ulum, mengatakan antrean panjang yang terjadi belakangan ini dipengaruhi oleh kondisi SPBU lain yang kosong. Akibatnya, pengendara beralih ke SPBU yang masih memiliki persediaan BBM.

"Kalau menurut saya, SPBU sebelah ada yang kosong. Kalau SPBU sebelah kanan dan kiri ada BBM, biasanya enggak antre," kata Fahmi.

Fahmi menjelaskan, pengiriman BBM ke SPBU Jatipamor masih berlangsung setiap hari. Namun, dalam beberapa hari terakhir, pengiriman mengalami keterlambatan.

Dia menyebut, perjalanan pengiriman BBM yang biasanya memakan waktu sekitar tiga jam kini bisa mencapai lima jam. Meski begitu, keterlambatan tersebut masih dalam hitungan jam, bukan sampai berhari-hari.

"Biasanya dari depot sampai ke sini sekitar tiga jam. Sekarang perjalanan bisa lima jam. Tapi enggak sampai berhari-hari, paling keterlambatannya hitungan jam," jelasnya.

Fahmi mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan pengiriman tersebut. Dia belum bisa memastikan apakah kendala terjadi di perjalanan atau pada proses lainnya.

"Ya keterlambatan ini kurang tahu juga ya," singkatnya.

Simak Video "Video: 13 Siswa SD di Palembang Mual dan Muntah Usai Santap MBG"


(bba/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork