Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Cirebon Raya (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) dalam sepekan terakhir. Mulai dari terbakarnya hutan di kaki Gunung Ciremai hingga ratusan orang di Cirebon jadi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berikut rangkuman berita Cirebon Raya pekan ini.
Pria Cirebon Ditemukan Tewas di Hutan Ciremai
Seorang pria ditemukan tewas di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Blok Batuluhur, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Jasad pria tersebut ditemukan dalam kondisi terlentang dengan luka di bagian kepala dan wajah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz memaparkan bahwa jasad pria tersebut ditemukan pada Minggu (18/10) malam sekitar pukul 19.40 WIB.
Ditemukannya jasad tersebut bermula ketika sejumlah warga yang sedang mencari pakan untuk memancing merasa curiga dengan keberadaan sebuah sepeda motor Yamaha Lexi berwarna merah bernomor polisi E 5214 HM yang terparkir di pinggir jalan.
Karena penasaran, warga kemudian memeriksa area di sekitar lokasi dan mendapati seorang pria tergeletak di kawasan hutan TNGC. Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang dengan luka pada bagian wajah dan kepala.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD 45 Kuningan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi guna membantu mengungkap penyebab kematian.
Menurut Abdul, dari hasil pemeriksaan sementara, korban diketahui bernama DP (25), warga Klangenan, Kabupaten Cirebon yang bekerja sebagai seorang pedagang.
"Korban bernama DP (25), warga Klangenan, Kabupaten Cirebon, yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang," tutur Abdul, Senin (19/10/2026).
Polisi kemudian menangkap AM (24), pelaku pembunuhan DP. Keduanya diketahui merupakan teman sejak kecil. Pelaku sendiri sehari-harinya bekerja sebagai tukang servis kulkas.
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama membenarkan bahwa motif pelaku melakukan aksi pembunuhan tersebut karena kesal terhadap tuduhan yang kerap dilayangkan oleh keluarga korban.
"Motifnya sendiri setelah kita lakukan pemeriksaan, kita dalami bahwa motifnya itu adalah sakit hati. Yang membuat dia sakit hati itu adalah tuduhan kepada pelaku dari keluarga-keluarga korban, bahwa pelaku ini sering mengajak korban untuk berbuat yang tidak-tidak atau hal yang tidak baik, seperti itu. Jadi sakit hati intinya," tutur Bellen.
Warga Majalengka Keluhkan Kelangkaan BBM
Warga mulai kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite, di Kabupaten Majalengka. Pantauan detikJabar saat liputan di SPBU Jatipamor, Kecamatan Panyingkiran, tulisan 'Pertalite Habis' juga terpampang di area SPBU tersebut.
Di lokasi yang sama, mobil tangki terlihat tengah memasok BBM ke tangki penyimpanan SPBU. Meski demikian, sejumlah pengendara masih dilayani untuk mengisi BBM karena telah mengantre sebelum proses pengisian berlangsung.
Salah seorang pengendara mobil bak terbuka, Ade Abdullatif, mengaku mengalami kesulitan mencari BBM selama empat hari terakhir. Dia menyebut beberapa SPBU yang biasa didatangi dalam kondisi kosong.
"Sekarang lagi sulit banget. Dari (SPBU) Simpeureum (Cigasong) cuma ada yang di sini," kata Ade saat diwawancarai detikJabar di lokasi, Selasa (20/10/2026).
Ade mengatakan, waktu antrean untuk mendapatkan BBM juga lebih lama dibandingkan hari-hari biasanya. Jika biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit, kini dia harus menunggu lebih dari setengah jam.
"(Sekarang isi BBM bisa sampai) setengah jam lebih. Biasanya lancar, paling lama antre 10 menit," ujarnya.
Dia berharap pelayanan pengisian BBM bisa kembali lancar sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengantre. "Kalau bisa ke depannya agak lebih cepat. Pengisian di pom bensinnya lancar," ucapnya.
Sementara itu, penanggung jawab SPBU Jatipamor, Fahmi Ulum, mengatakan antrean panjang yang terjadi belakangan ini dipengaruhi oleh kondisi SPBU lain yang kosong. Akibatnya, pengendara beralih ke SPBU yang masih memiliki persediaan BBM.
"Kalau menurut saya, SPBU sebelah ada yang kosong. Kalau SPBU sebelah kanan dan kiri ada BBM, biasanya enggak antre," kata Fahmi.
Fahmi menjelaskan, pengiriman BBM ke SPBU Jatipamor masih berlangsung setiap hari. Namun, dalam beberapa hari terakhir, pengiriman mengalami keterlambatan.
Dia menyebut, perjalanan pengiriman BBM yang biasanya memakan waktu sekitar tiga jam kini bisa mencapai lima jam. Meski begitu, keterlambatan tersebut masih dalam hitungan jam, bukan sampai berhari-hari.
"Biasanya dari depot sampai ke sini sekitar tiga jam. Sekarang perjalanan bisa lima jam. Tapi enggak sampai berhari-hari, paling keterlambatannya hitungan jam," jelasnya.
Fahmi mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan pengiriman tersebut. Dia belum bisa memastikan apakah kendala terjadi di perjalanan atau pada proses lainnya.
"Ya keterlambatan ini kurang tahu juga ya," singkatnya.
Ratusan Orang di Cirebon Keracunan MBG
Jumlah korban dugaan keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon mencapai 270 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 231 orang merupakan anak-anak, sedangkan 39 lainnya orang dewasa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria, mengatakan data tersebut dihimpun hingga Rabu (21/10/2026) siang. Para korban mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon.
"Data tadi siang, itu masih di 270. Yang terdampak 270, terdiri dari 231 anak dan ada 39 itu dewasa," kata Siti Maria di Kota Cirebon, Rabu (21/10/2026).
Siti menjelaskan, penanganan korban melibatkan delapan rumah sakit di Kota Cirebon. Rumah sakit tersebut di antaranya RS Siloam Putera Bahagia, RS Ciremai, dan Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati.
Terkait asal korban, Siti mengatakan mayoritas merupakan anak-anak yang mengonsumsi menu MBG di lingkungan pendidikan. Namun, korban tidak hanya berasal dari kalangan siswa yang menerima program tersebut.
Ada juga anggota keluarga yang ikut menyantap makanan MBG yang dibawa pulang oleh anak atau anggota keluarganya. Akibatnya, orang dewasa turut terdampak dalam kejadian tersebut.
"Ada juga yang dibawa pulang, ternyata. Jadi adiknya yang dapat MBG, kakaknya ikut makan. Ada juga cucunya dapat MBG, neneknya ikut makan, karena ada nenek-nenek juga yang kena," kata Siti.
Kebakaran di Gunung Ciremai, 1,5 Hektare Lahan Bambu Hangus
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), tepatnya di Resor Pasawahan SPTN Wilayah I Kuningan, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (21/10/2026) malam tersebut menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan bambu.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten AME, melalui laporan kejadian yang diperbarui Kamis (22/10/2026) pukul 10.00 WIB, menyebut kebakaran masih dalam penanganan tim gabungan. Petugas dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus mengamankan kawasan terdampak.
"Dilakukan tindakan pemadaman dan pendinginan kebakaran lahan bambu dengan luas total kurang lebih 2 hektare dan area terbakar kurang lebih 1,5 hektare," kata Teten.
Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.44 WIB. Hingga pembaruan laporan, penyebab kebakaran belum diketahui. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Upaya pemadaman di kawasan taman nasional menghadapi kendala akses menuju titik api. Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) TNGC bersama unsur terkait masih melakukan pemadaman dan pengamanan di lokasi.
"Saat ini masih penanganan oleh tim brigdalkarhutla, titik api susah diakses dengan mobil," ucapnya.
Pemantauan udara pada Kamis pagi pukul 07.08 WIB juga masih menemukan kepulan asap di sejumlah titik. "Sampai pukul 07.08 WIB hasil pantauan udara masih ada kepulan asap di 4 titik lokasi kebakaran," jelas Teten.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertolak menuju lokasi kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai untuk memimpin langsung penanganan kebakaran.
"Saya akan ke lokasi memimpin langsung upaya pemadaman api," ujar Dedi.
Dia mengingatkan, kebakaran yang tidak segera dikendalikan berpotensi meluas dan menimbulkan kerawanan yang lebih besar. Karena itu, upaya pemadaman perlu dilakukan secepat mungkin meskipun kondisi medan di kawasan pegunungan menjadi tantangan tersendiri.
"Karena kalau dibiarkan, akan menimbulkan kerawanan kebakaran yang lebih luas," katanya.
Jutaan Batang Rokok Ilegal Senilai Rp 50,8 M Jadi Abu di Majalengka
Halaman Pendopo Kabupaten Majalengka menjadi saksi pemusnahan massal jutaan barang bukti ilegal pada Rabu (21/10/2026). Sebanyak 33,89 juta batang rokok tanpa pita cukai resmi senilai Rp 50,8 miliar hangus dimusnahkan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat, Finari Manan, mengungkapkan bahwa jutaan batang rokok tersebut merupakan buah dari operasi penindakan di berbagai titik di Jawa Barat. Upaya ini dilakukan melalui sinergi erat antara Bea Cukai, pemerintah daerah, hingga Satpol PP.
"Sebanyak kurang lebih 33,89 juta batang rokok dengan nilai perkiraan Rp 50,8 miliar dan potensi kerugiannya sekitar Rp 25,43 miliar," kata Finari.
Finari merinci bahwa barang-barang terlarang tersebut mayoritas terjaring di wilayah kerja Bea Cukai Cirebon, yang mencakup Majalengka, serta merambah ke daerah lain seperti Bandung, Purwakarta, hingga Bogor. Menurutnya, ketegasan dalam menindak rokok ilegal adalah harga mati demi menjaga stabilitas penerimaan negara dan keadilan bagi para pelaku usaha yang taat aturan.
"Ketika ada rokok ilegal, penerimaan negara kita akan berdampak karena penerimaan cukai dan pajak rokok itu semuanya berdampak bagi masyarakat," ujarnya.
Dalam pemetaannya, Finari menyebut posisi Jawa Barat cukup unik. Alih-alih menjadi pusat produksi, provinsi ini justru lebih banyak berperan sebagai jalur transit dan pasar utama bagi rokok-rokok gelap tersebut.
"Di Jawa Barat ini bukan produksi rokok ilegal, tapi lebih kepada pelintasan dan pemasaran rokok ilegal," ucapnya.
Simak Video "Video: 13 Siswa SD di Palembang Mual dan Muntah Usai Santap MBG"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)
