BGN Tanggung Biaya Korban Keracunan MBG di Cirebon

BGN Tanggung Biaya Korban Keracunan MBG di Cirebon

Ony Syahroni - detikJabar
Rabu, 21 Okt 2026 15:55 WIB
ilustrasi keracunan
Ilustrasi keracunan massal. Foto: Dok.Detikcom
Cirebon -

Badan Gizi Nasional (BGN) disebut akan menanggung seluruh biaya penanganan para korban yang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon.

Selain itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan tersebut juga telah disuspend hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama. Dia mengatakan, saat ini pihaknya berfokus pada penanganan para korban yang terdampak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait penanganan ini, seluruh biaya akan ditanggung oleh BGN," kata Yulian di Kota Cirebon, Rabu (21/10/2026).

ADVERTISEMENT

Yulian mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Forkopimda, serta sejumlah rumah sakit untuk memastikan para korban mendapatkan perawatan medis.

Dia mengapresiasi langkah cepat berbagai pihak dalam menangani para korban. Menurutnya, penanganan medis menjadi prioritas saat ini.

Di sisi lain, sanksi berupa suspend telah dijatuhkan terhadap SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Penangguhan operasional itu dilakukan menyusul ada dugaan keracunan ini.

"SPPG tersebut sudah kami suspend sampai batas waktu yang belum ditentukan," ujar Yulian.

Meski demikian, penyebab dugaan keracunan tersebut belum dapat dipastikan. Yulian mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang telah diambil.

"Untuk dugaan penyebabnya, kita masih menunggu hasil laboratorium. Sampel sudah diambil dan segera dicek di laboratorium," jelasnya.

Sekadar diketahui, jumlah korban yang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG di Kota Cirebon disebut mencapai lebih dari dua ratus orang. Sejumlah sekolah yang siswanya terdampak pun meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk sementara.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria, mengatakan data para korban tersebut dihimpun hingga Rabu (21/10/2026) siang. Mereka mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di Kota Cirebon.

"Data tadi siang, itu masih di 270. Yang terdampak 270, terdiri dari 231 anak dan ada 39 itu dewasa," kata Siti Maria.

Siti menjelaskan, penanganan korban melibatkan delapan rumah sakit di Kota Cirebon. Rumah sakit tersebut di antaranya RS Siloam Putera Bahagia, RS Ciremai, dan Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Handi Sugiyanto, mengatakan sekolah yang siswanya terdampak untuk sementara meliburkan kegiatan belajar mengajar. Sedangkan sekolah yang tidak terdampak tetap menjalankan aktivitas belajar seperti biasa.

Handi menyebut sejumlah sekolah yang terdampak di antaranya SDN Taman Kalijaga, SDN Kalijaga Permai, TK Teratai, dan TK Harapan Bangsa. Dia mengatakan masih ada sekolah lain yang turut terdampak dalam kejadian tersebut.

"KBM untuk yang terdampak, hari ini diliburkan. Karena tadi saya sampaikan bahwa guru-guru saya optimalkan untuk menjaga siswanya," kata Handi.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads