Cuaca panas menyengat dirasakan warga di wilayah Cirebon dalam beberapa hari terakhir. Terik matahari, terutama saat siang hari, membuat aktivitas di luar ruangan terasa lebih gerah dari biasanya.
Berdasarkan informasi yang terlihat pada aplikasi cuaca di ponsel, suhu di wilayah Cirebon mencapai 36 derajat Celsius saat siang hari. Kondisi itu membuat warga merasakan langsung teriknya cuaca belakangan ini.
Salah seorang warga, Gilang, mengaku cuaca panas sudah terasa dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, kondisi paling terasa pada siang hari.
"Emang cuacanya panas banget udah berapa hari ini. Apalagi kalo siang," kata Gilang di Cirebon, Senin (19/10/2026).
Menurut Gilang, panasnya cuaca belakangan ini cukup menyengat. Kondisi tersebut membuat suasana di luar ruangan terasa kurang nyaman, terutama ketika harus beraktivitas di bawah terik matahari.
"Kaya sekarang aja nih panas banget cuacanya," kata Gilang.
Ketua Tim Manajemen Operasional Stasiun Meteorologi Kertajati, Dyan Anggrainy membenarkan suhu udara di wilayah Cirebon dan sekitarnya belakangan ini terasa lebih panas.
Pihaknya mencatat, suhu maksimum dalam tiga hari terakhir mencapai 38,5 derajat Celsius di Jatiwangi dan 37,6 derajat Celsius di Penggung, Cirebon, pada 17 Oktober 2026.
Menurut Dyan, kondisi tersebut dipengaruhi minimnya tutupan awan saat puncak musim kemarau. Akibatnya, radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa banyak penghalang.
"Kondisi ini disebabkan minimnya tutupan awan akibat puncak musim kemarau sehingga radiasi matahari langsung menghantam permukaan bumi tanpa penghalang," jelasnya.
Selain itu, kata dia, posisi gerak semu matahari yang berada di atas Pulau Jawa turut memengaruhi tingginya suhu udara. Kondisi ini membuat cuaca terasa lebih panas dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Dyan menjelaskan, peningkatan suhu udara pada periode September hingga November merupakan kondisi yang normal terjadi. "Hal itu berkaitan dengan posisi matahari yang berada di atas Pulau Jawa," kata Dyan.
(yum/yum)