Taman Jomantara Majalengka Ditata, Kios UMKM Dibongkar

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Selasa, 13 Okt 2026 23:30 WIB
Alat berat membongkar kios UMKM di kawasan Taman Jomantara, Majalengka. (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Majalengka -

Sejumlah kios usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Taman Jomantara, Kelurahan Munjul, Kabupaten Majalengka, dibongkar. Pembongkaran dilakukan karena kondisi bangunan dinilai sudah rusak dan membahayakan pedagang maupun pengunjung.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Majalengka, Ida Heriyani mengatakan, pembongkaran tersebut tidak dilakukan terhadap seluruh bangunan. Pemerintah hanya membongkar dua baris kios yang kondisinya dinilai paling rawan.

"Bangunannya sudah rusak dan memang membahayakan, apalagi sekarang mau masuk musim penghujan. Kita tidak mau terjadi apa-apa, baik kepada pedagang maupun pengunjung," kata Ida kepada detikJabar, Selasa (13/10/2026).

"Yang dibongkar dua baris supaya ada ruang. Nanti dibersihkan, kemudian pedagang bisa masuk lagi ke sini. Jadi, taman sebagai ruang publik bisa berfungsi sebagai ruang publik, sementara zona komersial juga berfungsi sebagaimana mestinya," ujarnya.

Menurut Ida, keberadaan pedagang yang berjualan di area taman turut memengaruhi penataan kawasan tersebut. Karena itu, pembongkaran sekaligus dilakukan untuk merapikan area perdagangan agar tidak terkesan kumuh.

Meski demikian, pemerintah tetap mempertahankan sejumlah bagian bangunan yang kondisinya masih memungkinkan untuk digunakan. "Nah, kita enggak menganggu kanopi depan, kanopi belakang, serta satu baris kios di bagian belakang (tidak ikut dibongkar)," ucapnya.

Ida mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan rencana penataan lanjutan untuk zona komersial Taman Jomantara. Dinas Pekerjaan Umum (PU) saat ini masih menyusun gambar dan desain penataan kawasan tersebut.

Salah satu konsep yang sedang dipertimbangkan adalah membuat area perdagangan menyerupai hanggar, yakni ruang terbuka tanpa sekat kios permanen seperti sebelumnya.

"Nanti kemungkinan seperti hanggar, jadi tidak kios-kios, tetapi terbuka. Akan dialokasikan kuota untuk berapa pedagang. Konsepnya juga dibuat tematik," jelasnya.

Dalam konsep tersebut, pedagang direncanakan membawa pulang perlengkapan atau barang dagangannya ketika tidak berjualan. Dengan begitu, area tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka saat aktivitas perdagangan berlangsung maupun ketika tidak ada pedagang.

Ida menegaskan, penataan itu tidak mengubah peruntukan kawasan sebagai tempat berjualan bagi pelaku UMKM. Namun, konsep dan teknis pelaksanaannya masih dalam tahap perencanaan.

"Masih tetap untuk UMKM. Ke depan rencananya seperti itu," ujarnya.

Adapun pembongkaran dua baris kios ditargetkan selesai dalam satu hingga dua hari. Setelah material bangunan dibersihkan, area tersebut diharapkan lebih tertata dan dapat digunakan kembali oleh pedagang.

Ida menambahkan, kondisi lantai di kawasan tersebut masih dinilai baik. Karena itu, setelah material bangunan yang dibongkar disingkirkan, area tersebut diharapkan tetap dapat dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan.

"Ini kan lantai masih bagus, ketika ini material sudah dikeluarkan-dikeluarkan insyaallah aman buat pedagang mah," pungkasnya.



Simak Video "Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan"

(dir/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork