Penantian panjang selama 15 hari akhirnya berujung pada kepastian. Yaya Carya, warga Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam insiden karamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, akhirnya ditemukan dan berhasil diidentifikasi.
Kabar tersebut menjadi jawaban atas doa keluarga yang menanti kepulangan Yaya sejak kapal yang ditumpanginya mengalami musibah pada Minggu (13/9/2026).
Bagi Siti Hana Sulastri, anak pertama Yaya Carya, kabar tersebut menghadirkan perasaan yang bercampur aduk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada kebahagiaan karena sang ayah akhirnya ditemukan. Namun di sisi lain, kesedihan mendalam harus diterima karena kepulangan sang ayah tidak seperti yang selama ini mereka harapkan.
"Setelah pencarian hari ke-15, akhirnya mendapatkan titik terang. Ketika menerima pesan, rasanya tidak bisa menahan bahagia dan haru. Tapi juga sedih karena musibah ini menimpa ayah," ujarnya kepada detikJabar, Selasa (29/9/2026).
Selama 15 hari itu pula, keluarga terus menggantungkan harapan kepada tim pencarian dan pertolongan. Doa tidak pernah berhenti dipanjatkan agar Yaya segera ditemukan.
Hingga akhirnya kemarin, Senin (28/9) sekitar pukul 19.00 WIB, keluarga menerima informasi mengenai sejumlah jenazah korban yang telah berhasil ditemukan dan diidentifikasi.
Siti kemudian memastikan informasi tersebut kepada pihak terkait, termasuk agen KM Virgo Transport 8, dengan mencocokkan data korban berdasarkan manifest kapal.
Yaya Carya dipastikan menjadi salah satu korban yang berhasil ditemukan. Keluarga merasa terharu karena kondisi jasad Yaya masih relatif utuh meski telah 15 hari berada di laut.
Identitas korban diperkuat dengan sejumlah barang yang masih melekat, termasuk tas pinggang yang di dalamnya terdapat kartu identitas dan telepon seluler. Saat ditemukan, Yaya juga masih mengenakan pakaian lengkap.
Bagi keluarga, temuan tersebut menjadi penguat bahwa jenazah yang ditemukan memang Yaya Carya.
"Alhamdulillah, setelah 15 hari pencarian, jasad ayah masih utuh. Ada tas pinggang, di dalamnya terdapat kartu identitas dan ponsel. Jenazah juga masih berpakaian lengkap," katanya.
Sebelumnya, pihak keluarga telah menjalani proses identifikasi melalui tes DNA. Pemeriksaan dilakukan dengan melibatkan putra bungsu Yaya, Muhamad Khaerudin, pada Sabtu pekan lalu.
Hasil pemeriksaan dan proses identifikasi memastikan jenazah tersebut 100 persen merupakan Yaya Carya.
Informasi penemuan jenazah diterima keluarga sekitar pukul 18.15 WIB. Tangis haru pun pecah setelah kepastian mengenai keberadaan Yaya akhirnya diperoleh.
Keluarga menyatakan telah berusaha melapangkan dada menerima musibah tersebut. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pencarian dan pertolongan, khususnya para penyelam yang telah bekerja keras mencari korban yang diduga masih berada di dalam kapal.
"Terima kasih banyak kepada tim penyelam yang begitu luar biasa dalam mencari para korban yang terjebak di dalam kapal," ujar Siti.
Sementara itu, Kepala Desa Sigong, Sumarsono, menerangkan selama proses pencarian berlangsung, Pemerintah Desa Sigong terus mendampingi keluarga dan berkomunikasi dengan Basarnas untuk mendapatkan perkembangan terbaru.
Setiap informasi mengenai pencarian menjadi hal yang sangat dinantikan keluarga. Pemerintah desa merasa memiliki tanggung jawab untuk terus mengawal warganya yang menjadi korban musibah tersebut hingga proses pemulangan dan pemakaman.
"Selama ini pemerintah desa terus mendampingi dan mencari informasi dengan berkomunikasi dengan Basarnas," ungkapnya.
Setelah kabar penemuan dan identifikasi Yaya dipastikan, suasana duka menyelimuti Desa Sigong.
Namun, kepulangan Yaya menjadi penutup dari penantian panjang yang selama 15 hari membuat keluarga berada dalam ketidakpastian.
Setelah seluruh proses identifikasi dan pemulangan selesai, jenazah Yaya Carya akhirnya dibawa pulang ke Desa Sigong.
Ratusan warga hadir memberikan penghormatan terakhir. Mereka melaksanakan salat jenazah dan mendoakan Yaya sebelum dimakamkan.
Suasana haru mengiringi perjalanan jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir.
Bagi keluarga, kepulangan tersebut menjadi akhir dari penantian panjang selama 15 hari.
Doa yang selama ini dipanjatkan agar Yaya ditemukan akhirnya terjawab, meski harus diterima dengan air mata kehilangan.
Yaya Carya kini telah dimakamkan. Ia meninggalkan keluarga dan masyarakat Desa Sigong yang selama proses pencarian terus menaruh harapan agar dirinya dapat ditemukan.
Setidaknya, setelah 15 hari dalam ketidakpastian, keluarga kini telah mendapatkan kepastian dan dapat mengantarkan Yaya menuju peristirahatan terakhirnya.
Simak Video "Video: Balita di Bali Terseret Banjir, Ditemukan Tewas Sejauh 6 Kilometer"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
