Kupat tahu merupakan salah satu kuliner terkenal Kabupaten Kuningan. Di tengah menjamurnya pedagang makanan serupa, Kupat Tahu Mang Omo tetap menjadi primadona yang melegenda berkat eksistensinya selama puluhan tahun.
Siang itu, Lilis (64), sang pemilik, tampak cekatan memotong kupat dan menggoreng tahu di kawasan kuliner Puspa Siliwangi, Kuningan. Di hadapannya, deretan piring siap saji menunggu untuk diisi. Begitu kupat terpotong rapi dan tahu matang sempurna, Lilis segera meraciknya dengan siraman sambal kacang, kecap manis, dan taburan bawang goreng yang menggugah selera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sekilas mirip ketoprak, kupat tahu khas Kuningan tampil lebih minimalis. Tanpa kerupuk, bihun, sayuran, maupun suwiran ayam, hidangan ini justru menonjolkan autentisitas rasa. Kesederhanaan itu terpancar dari sambal kacangnya yang hanya mengandalkan racikan kacang, gula, dan sentuhan rempah pilihan.
"Bedanya kalau Kupat Tahu itu nggak pakai tauge atau pakai bihun. Untuk bumbunya itu Isinya kacang sama gula. Lebih sederhana," tutur Lilis belum lama ini.
Lilis menjelaskan, kupat yang digunakan pun bukan sembarang kupat. Teksturnya lebih kenyal dengan warna kecokelatan yang khas, serta memiliki daya tahan lebih lama. Sementara untuk tahu, ia selalu menggorengnya secara dadakan agar sensasi gurih dan hangat tetap terjaga saat disantap.
Perpaduan kupat yang kenyal, tahu gurih, serta manisnya sambal kacang menciptakan harmoni rasa yang pas di lidah. Menariknya, harga yang ditawarkan sangat ramah di kantong. Pengunjung cukup merogoh kocek Rp15.000 untuk satu porsi penuh, atau Rp10.000 untuk porsi setengah.
Seporsi kupat tahu khas Kuningan Mang Omo Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar |
Konsistensi rasa menjadi kunci Lilis bertahan selama puluhan tahun. Awalnya, ia dan sang suami merintis usaha di Jalan Siliwangi sejak tahun 1980-an. Namun, sejak dua tahun terakhir, lapak mereka berpindah ke kawasan Puspa Siliwangi menyusul adanya penataan kawasan.
Dalam sehari, Lilis mampu menjual puluhan porsi. Ia mengaku jumlah pembeli selalu fluktuatif, namun pelanggan setia tak pernah absen mampir untuk menikmati racikannya.
"Di sini (lokasi baru) baru 2 tahun, tapi sebelumnya di Siliwangi sudah hampir 40 tahun. Sebelum nikah juga sudah jualan.Kemarin akhir bulan rame, kadang (habis) 50, ini 30-an, 32, kadang 40, kadang. Nggak tentu tergantung pengunjung," tutur Lilis.
Salah satu pelanggan, Rama, mengaku jatuh hati dengan cita rasa Kupat Tahu Lilis. Menurutnya, meski porsinya terjangkau, isiannya cukup padat dan sangat mengenyangkan sebagai alternatif pengganti nasi.
"Enak. Tahunya gurih, kupatnya juga rasanya kenyal. Sedap sambal kacangnya juga. Tadi pesen yang setengah porsi, cukup banyak ternyata. Jadi kenyang, cocok buat dijadikan sarapan selain nasi mah," tutur Rama.
Bagi Anda yang ingin mencicipi kelezatan ini, silakan berkunjung ke Pusat Kuliner dan Parkir (Puspa) Siliwangi, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan. Kedai Kupat Tahu Mang Omo buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB.
(iqk/iqk)

