Kelalaian mematikan tungku kayu bakar berujung petaka bagi Nok Julaeha (50). Rumah miliknya di Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, hangus dilalap si jago merah pada Jumat pagi (18/9/2026). Insiden ini mengakibatkan bangunan beserta isinya ludes dengan kerugian materi mencapai seratus juta rupiah.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengungkapkan bahwa api pertama kali terlihat sekitar pukul 07.00 WIB. Saksi mata yang berada di kantin MI Negeri Sukaharja melihat kobaran api sudah membubung tinggi, merambat cepat dari area dapur menuju bagian depan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga segera melapor ke perangkat desa yang kemudian diteruskan ke Babinsa Koramil Cibingbin dan Polsek Cibingbin. Mengingat api kian tak terkendali, petugas langsung menghubungi pusat panggilan UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan pemadaman.
"Kejadian kebakaran rumah milik ibu Nok Julaeha yang dihuni bersama 1 orang anak dan menantunya. Diketahui api sudah membesar oleh warga yang saat itu sedang makan di kantin MI Negeri Sukaharja. Dan kemudian langsung memberitahu kejadian tersebut kepada Aparat Desa Sukaharja. Karena api berawal dari dapur dan sudah merembet ke bagian depan sehingga pelapor langsung menghubungi call center kantor UPT Pemadam Kebakaran Kuningan," tutur Arga, Jumat (18/9/2026).
Merespons laporan tersebut, Damkar Kuningan mengerahkan lima personel piket Regu 1 ke lokasi. Proses pemadaman dilakukan secara kolaboratif bersama personel Koramil, Polsek, perangkat desa, serta warga setempat. Api akhirnya berhasil dikuasai setelah petugas berjibaku selama hampir satu jam.
"Proses pemadaman dan pendinginan memakan waktu sekitar 55 menit hingga lokasi benar-benar aman. Selesai pukul 09.00 WIB," tutur Arga.
Hasil investigasi di lapangan menunjukkan bahwa sumber api berasal dari tungku dapur tradisional. Diduga kuat, kayu bakar yang digunakan memasak pada dini hari belum sepenuhnya padam. Sisa bara api tersebut kemudian menyambar tumpukan kayu bakar kering yang berada di sekitar dapur.
Musibah ini menyebabkan kerusakan berat pada bangunan dengan taksiran kerugian mencapai Rp96.000.000. Selain bangunan, berbagai perabotan seperti lemari, kasur, ranjang kayu, dan peralatan dapur senilai Rp4.000.000 juga tidak terselamatkan. Meski demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
"Berdasarkan keterangan warga setempat bahwa penyebab kebakaran berawal dari tungku api yang sudah digunakan memasak dini hari, yang kayu bakarnya belum dipadamkan total dan masih berbara, sedangkan di sekitarnya banyak stok kayu bakar yang sudah kering. Total kerugian sekitar Rp. 100.000.000," pungkas Arga.
Menyikapi kejadian ini, Damkar Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta memastikan api di dapur maupun peralatan listrik telah benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah atau beristirahat.
(dir/dir)
