Viral Aksi Nekat Pria Rusak Proyek Tugu Kuda Kuningan Pakai Palu

Viral Aksi Nekat Pria Rusak Proyek Tugu Kuda Kuningan Pakai Palu

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Sabtu, 05 Sep 2026 17:00 WIB
Kondisi Tugu Kuda Kuningan Melesat.
Kondisi Tugu Kuda Kuningan Melesat. (Foto: Fahmi Labibinajib)
Kuningan -

Beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria yang marah-marah dalam bahasa Sunda di lokasi Tugu Kuningan Melesat, Jalan Ir Soekarno, Kabupaten Kuningan. Ia marah terkait kebijakan pergantian Tugu Bola Dunia menjadi tugu patung kuda. Bahkan pria tersebut terlihat memukul tugu yang sedang dibangun tersebut dengan menggunakan palu.

Pria yang mengenakan pakaian rompi hitam dan kaus putih tersebut mempertanyakan keputusan pemerintah daerah yang mengganti ikon Tugu Bola Dunia menjadi tugu Patung Kuda. Padahal, menurut dia Tugu Bola Dunia yang dibangun oleh Bupati Kuningan sebelumnya, Aang Hamid Suganda memiliki filosofi yang mendalam.

Pria tersebut berharap setiap perubahan ikon tugu daerah harus selalu mempertimbangkan banyak hal. Selain itu, ia berharap semoga sebelum dilakukan perubahan ikon tugu, diadakan terlebih dahulu musyawarah yang melibatkan banyak pihak seperti budayawan dan sejarawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yeuh bupati Kuningan sing eling, Karena sejak bola dunia teh hak cipta alhamdulillah Bupati Aang Hamid Suganda. Apal teu Monumen, ku aing jelaskan filosofinya. Bola dunia aya di salah satu titik kabupaten yaetak di Kabupaten Kuningan anu boga sejarah bukan sejarah nasional deui tapi sejarah internasional yang di dalamnya salah satunya ada Gedung Perundingan Linggarjati," tutur orang tersebut.

ADVERTISEMENT

Pantauan detikJabar di lokasi pada Sabtu (5/9/2026) terlihat proses pengerjaan tugu patung kuda tersebut masih berjalan. Meski belum ada patung kuda yang terpasang, namun, tugu tersebut terlihat sudah mulai berdiri kokoh. Di beberapa bagian tugu terlihat adanya gompal dan goresan yang diakibatkan oleh pukulan palu. Salah satu pekerja bernama Dadang terlihat juga sedang sibuk mengerjakan bagian atap tugu.

Dadang membenarkan bahwa adanya orang yang marah-marah di area tugu seperti yang ramai diberitakan di media sosial. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Kala itu, pelaku datang seorang diri dan langsung memaksa Dadang yang saat itu seorang diri untuk menghentikan aktivitas pembangunan tugu.

"Kebetulan banget ini ada orang biasa kan pada kumpul tuh, ada kemarin nggak ada siapa-siapa. Dari jam 10 sampai jam 11, kamu udah menjelang Jumat aja. Dia langsung ngeberhentiin saya. Saya bilang apa urusannya kamu? Saya yang kerja, siapa yang ngeberhentiin saya. Kalau kamu berani ngeberhentiin saya, ya kamu berani bayar saya dong," tutur Dadang menirukan ucapan pada kejadian tersebut, Sabtu (5/9/2026).

Tak hanya meminta penghentian pengerjaan, pelaku yang tidak dikenal tersebut mengambil palu yang digunakan Dadang untuk merusak bagian tugu sambil marah-marah. Akibatnya, beberapa bagian tugu terlihat gompal dan mengelupas karena pukulan palu.

"Dia pakai palu, pakai kampak saya. Barang saya lagi kerja di sini, terus kampaknya langsung diambil, dor-dor-dor. Terus dia berontak ngomong nggak karuan. 'Monumen bola dunia ini ceritanya kamu tahu nggak?' Wah, nggak jelas lah pokoknya," lanjut Dadang.

Aksi perusakan ini sempat terekam oleh warga yang melintas. Dadang memilih menghindar untuk mencegah terjadinya kontak fisik yang lebih parah. Ia melihat ada pengendara motor dan pengendara mobil yang sempat mendokumentasikan kejadian tersebut.

"Yang datang pertama yang pakai jaket, langsung video. Terus datang lagi yang pakai mobil, video lagi di sini sambil wawancara. Saya udah di situ aja, udah menghindar lah," jelasnya.

Pelaku baru meninggalkan lokasi setelah satu jam melakukan aksi nekatnya. Aparat kepolisian baru sampai di tempat kejadian sesaat setelah pelaku pergi. Dadang sendiri tidak mengetahui siapa pelaku tersebut. Namun, akibat gangguan ini, target penyelesaian renovasi monumen yang rencananya diubah menjadi patung kuda ini menjadi molor.

"Udah sebetulnya, seharusnya sekarang udah selesai ini. Target saya hari kemarin harus selesai, makanya hari Jumat nggak ada libur. Eh, ada yang menyerang itu," tutur Dadang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna dalam keterangannya menyampaikan bahwa pergantian Tugu Bola Dunia menjadi tugu kuda tersebut merupakan bagian dari penataan Jalan Ir Soekarno yang merupakan akses utama menuju kawasan pusat pemerintahan, seperti Kantor Bupati dan Sekretariat Daerah.

"Penataan bundaran persimpangan ini dilakukan untuk merehabilitasi kondisi Tugu Bola Dunia yang sebelumnya kurang terawat dan kumuh, sekaligus untuk memperlebar ruang jalan serta mengoptimalkan radius tikungan," tutur Putu.

Putu menjelaskan bahwa perubahan Tugu Bola Dunia menjadi Tugu Patung Kuda bukan sekadar pergantian bentuk fisik semata. Menurutnya, langkah ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas daerah serta menyelaraskan dengan visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Kuningan (2025-2029), yaitu "Kuningan Melesat Tahun 2029".

"Ikon Kuda merupakan simbol identitas Kabupaten Kuningan yang perlu ditampilkan di ruang publik strategis. Kami menilai perubahan tugu memiliki nilai ciri khas dan mencerminkan semangat pembangunan Kuningan ke depan," pungkas Putu.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads