Video berdurasi 43 detik yang memperlihatkan sebuah bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di ujung jalan setapak kawasan pemakaman mendadak viral di media sosial. Sudut pengambilan gambar membuat bangunan itu seolah-olah berdiri tepat di tengah kompleks makam.
"Duh apa ini Kopdes. Kopdes ada di kuburan guys," ujar perempuan yang merekam video tersebut.
Video itu memicu berbagai pertanyaan. Bangunan yang dimaksud adalah Kopdes Merah Putih Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kondisi sebenarnya di lapangan tidak sepenuhnya seperti yang tergambar dalam video viral tersebut.
Gedung Kopdes Merah Putih Cigobang memang berada tidak jauh dari area pemakaman umum. Akan tetapi, bangunan itu tidak berdiri di tengah makam. Di antara gedung koperasi dan area pemakaman terdapat jalan utama desa yang menjadi akses utama menuju bangunan tersebut.
Kepala Desa atau Kuwu Cigobang, M Abdul Zei, menegaskan video viral itu direkam dari jalur alternatif yang berada di kawasan pemakaman. Menurutnya, jalan tersebut bukan akses utama menuju Kopdes.
"Saya akan mengklarifikasi permasalahan yang viral di media sosial, yaitu di akun TikTok, bahwa jalan akses utama masuk ke KDMP Desa Cigobang lewat pemakaman itu salah besar. Dan lokasinya pun tidak ada di dalam area pemakaman," ujarnya, Rabu (2/9/2026).
Jalur yang terekam dalam video memang bisa dilalui masyarakat. Namun, ukurannya sempit dan hanya memungkinkan sepeda maupun sepeda motor melintas.
"Kalau lewat situ bisa, tapi cuma bisa akses itu antara sepeda dan motor, kalau mobil tidak bisa," katanya.
Abdul Zei menjelaskan, jalur tersebut selama ini digunakan sebagai akses alternatif warga. Lokasinya juga berdekatan dengan sekolah sehingga kerap dilalui para pelajar.
"Jalan itu jalan alternatif untuk masyarakat, untuk anak-anak sekolah, karena berdekatan dengan sekolah," ucapnya.
Menurut Abdul Zei, akses utama menuju gedung Kopdes berada di sisi barat bangunan. Di lokasi itu terdapat jalan yang lebih besar dan menjadi jalur utama menuju koperasi sekaligus kawasan pertanian.
"Yang aslinya, jalan intinya itu ada di sebelah barat. Di jalan barat, sebelah KDMP-nya, itu ada jalan besar. Itu jalan utama untuk masuk ke akses KDMP Desa Cigobang," jelasnya.
Ia juga menjelaskan posisi jalur pemakaman yang terlihat dalam video. Dari arah Balai Desa Cigobang, warga dapat menuju kawasan makam dan menemukan jalan yang kemudian mengarah ke jalur alternatif tersebut.
"Sebenarnya dari pintu, dari balai desa itu lurus, ada pemakaman langsung belok kiri. Itu kan akses pemakaman, bukan jalan utama untuk ke KDMP kalau di situ," ujarnya.
Dibangun Dekat Makam, Bukan di Atas Area Pemakaman
Pemerintah Desa Cigobang tidak membantah bahwa lokasi gedung Kopdes memang berdekatan dengan area pemakaman. Namun, Abdul Zei menegaskan lahan yang digunakan untuk pembangunan merupakan tanah desa dan berada di luar area makam.
Penentuan lokasi tersebut, kata dia, dilakukan berdasarkan hasil musyawarah bersama pemerintah desa dan pengurus koperasi.
"Nah, kita sesuai hasil musyawarah desa, kesepakatan bersama, bahwa Pemerintah Desa menyiapkan lahan desanya untuk pembangunan Kopdes," ucapnya.
Ada sejumlah pertimbangan dalam memilih lokasi tersebut. Selain dekat dengan sekolah dan permukiman warga, kawasan itu dinilai memiliki posisi strategis karena berada di jalur penghubung menuju kawasan pertanian.
"Alasannya yaitu satu, dekat sekolah kedua, dekat pemukiman. Dan itu aksesnya sangat strategis untuk jalan poros antara pemukiman sama jalan akses ke pertanian," jelasnya.
Menurut Abdul Zei, kedekatan bangunan dengan makam justru menjadi salah satu alasan lokasi tersebut dipilih karena berada dekat dengan kawasan permukiman dan mudah dijangkau warga.
"Ya, kalau lokasi memang dekat pemakaman karena itu yang paling dekat sama pemukiman warga. Dan untuk kesepakatan bersama, itu hasil kesepakatan bersama antara pemerintah desa dan waktu itu pengurus Kopdesnya, bahwa di situlah tempat paling strategis untuk pembangunan Kopdes," katanya.
Ia memastikan keberadaan gedung koperasi tidak akan menyulitkan masyarakat dalam mengakses fasilitas tersebut.
"Tidak menyulitkan warga, karena itu jalan poros, jalan alternatif, dan tidak menyulitkan warga. Ketika warga ke situ, itu aksesnya gampang malahan," ujarnya.
Pembangunan Hampir Rampung
Di tengah ramainya perbincangan mengenai lokasi pembangunannya, proyek Kopdes Merah Putih Cigobang kini disebut sudah memasuki tahap akhir. Abdul Zei memperkirakan progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 hingga 95 persen.
"Untuk kegiatannya ini pembangunannya sudah mencapai 90 persen sampai 95 persen perkiraan," ucapnya.
Sejumlah perlengkapan untuk menunjang operasional koperasi juga mulai dikirim ke lokasi. "Dan baru dikirim itu berarti satu unit truk dan penampungan untuk penyimpanan barang dan yang lainnya tinggal menunggu waktu," jelasnya.
Meski pembangunan hampir selesai, pemerintah desa belum bisa memastikan kapan Kopdes Merah Putih Cigobang akan resmi mulai beroperasi. Mereka masih menunggu informasi dari dinas terkait.
"Oh, belum tahu. Nanti kita menunggu dari dinas. Kemarin sudah disampaikan katanya dalam waktu dekat," katanya.
