Suara azan berkumandang di Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Setelah itu, batang kayu yang dikenal masyarakat setempat sebagai Buyut Kayu Perbatang Pangeran Mancur Jaya diangkat dari dasar balong.
Aroma kemenyan turut menyeruak di sekitar lokasi. Sejumlah warga berkumpul di tepi balong, menyaksikan tahapan tradisi yang rutin digelar setiap 19 Mulud tersebut.
Juru Kunci Balong Keramat Pangeran Mancur Jaya, Raden Suparja, mengatakan tradisi itu rutin dilakukan setiap tahun. Warga dari Desa Kertawinangun hingga luar daerah datang untuk melihat langsung rangkaian kegiatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tradisi ini dilaksanakan setiap tahun sekali. Jadi setiap tanggal 19 Mulud, itu ada pelaksanaan seperti ini. Semua masyarakat baik masyarakat desa setempat maupun dari luar, semuanya ikut berpartisipasi," kata Suparja saat ditemui di lokasi, Rabu (2/9/2026).
Prosesi dimulai dengan azan dan iqamah. Setelah itu, sejumlah orang turun ke dalam balong untuk mengangkat batang kayu tersebut.
Kayu yang sudah diangkat kemudian diterima oleh beberapa orang lainnya. Batang kayu itu lalu dimandikan sebelum disemayamkan di tempat juru kunci.
"Untuk prosesi sendiri yang tadi kita adakan sebelum acara pengangkatan, itu dengan ada azan dan iqamah. Setelah azan dan iqamah, ada beberapa orang yang langsung mengangkat dari dalam kolam, kemudian diterima oleh beberapa orang dan dimandikan," ujarnya.
Setelah berada di luar balong, warga mulai menaburkan bunga. Suasana di sekitar lokasi pun tetap ramai karena warga mengikuti rangkaian tradisi tersebut. "Setelah dinaikkan kemudian dimandikan. Lalu langsung disemayamkan," katanya.
Prosesi belum selesai sampai di situ. Menurut Suparja, sekitar pukul 23.00 WIB, batang kayu tersebut kembali menjalani prosesi untuk dimasukkan lagi ke dalam balong.
Kayu itu dikenal masyarakat setempat dengan beberapa sebutan. Selain Buyut Kayu Perbatang Pangeran Mancur Jaya, warga juga menyebutnya sebagai Buyut Kayu Mati.
"Kalau kayu tersebut disebutnya Buyut Kayu Perbatang Pangeran Mancur Jaya atau Buyut Kayu Mati," tutur Suparja.
Hingga kini, tradisi pengangkatan Buyut Kayu Perbatang Pangeran Mancur Jaya kembali digelar. Sejumlah warga datang untuk menyaksikan dan mengikuti tradisi tersebut.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Judi Wahjudin, mengatakan tradisi tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang rutin dijalankan setiap tahun.
"Yang pertama, tentunya ini merupakan aset budaya yang penting karena kebudayaan itu milik masyarakat," kata Judi.
Menurut Judi, keberadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi. Apalagi, kegiatan tersebut tetap berjalan dengan gotong royong dan sudah berlangsung sejak lama.
"Jadi, kita hadir dan mengapresiasi kegiatan ini karena ini menunjukkan bahwa kebudayaan itu milik masyarakat dan dengan gotong royong apapun kondisinya tetap terlaksana dengan baik," ujarnya.
Ia menilai tradisi tersebut juga memberi dampak bagi warga di sekitar lokasi. Ketika sebuah kegiatan budaya didatangi banyak orang, aktivitas ekonomi ikut bergerak.
"Yang ketiga, kita melihat aspek ekonomi. Setiap kegiatan budaya selalu dilihat cost-nya. Padahal efeknya, berapa puluh atau berapa ratus pedagang yang hidup," katanya.
Menurutnya, manfaat sebuah kegiatan budaya tidak hanya terlihat dari acara yang berlangsung. Ada pedagang yang ikut berjualan, warga yang mendapat aktivitas ekonomi, hingga masyarakat dari luar daerah yang datang.
Karena itu, ia berharap tradisi tersebut tetap dijaga. Bukan hanya kegiatannya yang dilakukan setiap tahun, tetapi juga pengetahuan dan makna yang menyertainya.
"Yang ketiga adalah terkait dengan konservasi. Ini jangan lupa, pengangkatannya tidak sekadar ritual. Ini pembersihan, konservasi, dicuci ulang dan lain-lain itu dalam rangka untuk melestarikannya," ujarnya.
Judi juga mengapresiasi masyarakat dan pemerintah daerah yang selama ini terus menjaga tradisi tersebut.
"Intinya kami ucapkan apresiasi dan terima kasih ke masyarakat di sini dan pemerintah daerahnya yang dari tahun ke tahun melaksanakan kegiatan ini," katanya.
Simak Video "Ngabuburit Paling Pecah! Intip Keseruan Sejuntai Rasa Sedaap bareng Mie Sedaap di Cirebon"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
