Pengembangan fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, terus berjalan. Saat ini, masterplan pengembangan fasilitas tersebut disebut telah rampung dan tinggal memasuki tahap pembangunan hanggar.
Deputi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar, Nazib Faizal mengatakan, pengembangan MRO di BIJB Kertajati menjadi salah satu rencana yang terus berjalan. Fasilitas MRO tersebut dikembangkan di sekitar kawasan bandara.
"Sudah, sudah berjalan," kata Nazib saat ditanya mengenai perkembangan MRO di BIJB Kertajati, Minggu (30/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nazib, progres pengembangan MRO kini telah memasuki tahap persiapan pembangunan fasilitas utama. Masterplan untuk pengembangan kawasan tersebut telah selesai disusun.
"Masterplan-nya sudah jadi, tinggal konstruksi hanggar-nya," ujar Nazib.
Pembangunan hanggar disebut diperkirakan dapat dimulai pada akhir tahun ini. Namun, Nazib mengaku belum kembali mengecek secara rinci perkembangan terbaru dari rencana pembangunan tersebut.
"Kalau saya tidak salah dengar ya, karena belum mengecek lagi, kira-kira akhir tahun ini," ucapnya.
Nazib menjelaskan, pengembangan fasilitas MRO di BIJB Kertajati berada di beberapa titik kawasan sekitar bandara. Untuk MRO milik GMF, lokasinya berada di dekat sisi runway. Sementara pengembangan lainnya berada di kawasan Aerocity yang berada di sisi selatan bandara.
"Di daerah Aerocity-nya. Ini ada bandara, kan ada Aerocity selatannya. Nah kalau MRO GMF itu di samping runway-nya," jelasnya.
Selain pengembangan MRO, Nazib juga menyebut PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan memindahkan aktivitasnya ke kawasan BIJB Kertajati. Langkah tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan awal kawasan tersebut.
"Yang pasti PTDI akan pindah ke sana, kemudian GMF kan MRO-nya di sana sedang berjalan. Jadi, rencana awal tetap berjalan," ungkapnya.
Sementara itu, terkait rencana pembangunan bengkel pesawat Hercules atau pesawat militer di BIJB Kertajati, Nazib memastikan hingga kini belum ada keputusan maupun kebijakan dari pemerintah.
Menurutnya, rencana tersebut masih berada dalam tahap pembicaraan. Bahkan, dalam rapat yang diikutinya bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Pertahanan, belum ada arahan terkait realisasi bengkel pesawat Hercules.
"Masih pembicaraan. Artinya belum ada arahan. Terakhir saya rapat dengan Pak Menko AHY bareng Pak Menhan, belum ada keputusan atau kebijakan pemerintah terkait bengkel pesawat Hercules. Belum," tegas Nazib.
(dir/dir)
