Menikmati Piza dan Kopi dengan Teduhnya Pedesaan Cirebon

Sudirman Wamad - detikJabar
Sabtu, 15 Agu 2026 07:00 WIB
Foto: Sudirman Wamad/detikJabar
Cirebon -

Ketika hiruk-pikuk kota mulai terasa melelahkan, ada cara sederhana untuk mengambil jeda. Menepi ke pedesaan sembari menikmati secangkir kopi, lalu menyantap piza dengan pemandangan sawah yang menenangkan.

Suasana itu bisa ditemukan di Toko Kopi Abadi Nan Jaya di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Toko kopi ini berada di kawasan kuliner Talun, tempat ini menawarkan pengalaman ngopi dan makan piza dengan suasana yang berbeda.

Hamparan persawahan menjadi lanskap utama. Udara pedesaan terasa lebih sejuk, sementara hijaunya sawah menghadirkan suasana yang teduh. Dari lokasi ini, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan Gunung Ciremai ketika cuaca mendukung.

Bukan sekadar tempat makan, Toko Kopi Abadi Nan Jaya ingin menjadikan suasana pedesaan sebagai bagian dari pengalaman bersantap.

"Kita ajak pengunjung buat nikmatin piza ke tengah sawah," kata General Manager Warung Kopi Manis Grup Irfan Apriansah saat berbincang dengan detikJabar, Jumat (14/8/2026).

Konsep tersebut sekaligus mengembalikan piza pada karakter awalnya sebagai makanan yang dekat dengan masyarakat. Irfan menyebut piza di Italia bukan makanan mewah, melainkan makanan rakyat yang dapat dinikmati bersama dalam suasana santai.

Karena itu, piza di Toko Kopi Abadi Nan Jaya tidak hanya hadir sebagai menu. Pengunjung diajak menikmatinya sambil merasakan ketenangan suasana desa.

"Piza di sana bukan hal yang 'wah', di Italia ya. Itu makanan rakyat aslinya. Jadi kita kembalikan piza menjadi makanan untuk menikmati suasana desa," ujarnya.

Dari Kafe Menjadi Toko Kopi

Toko Kopi Abadi Nan Jaya merupakan hasil transformasi dari usaha sebelumnya yang sempat menggunakan nama Paddi Cafe & Bistro, kemudian Kafe Aksararasa. Pergantian nama itu dilakukan untuk menemukan identitas usaha yang lebih dekat dengan pasar.

Nama 'Toko Kopi Abadi Nan Jaya' juga membawa harapan agar bisnis tersebut dapat bertahan panjang, berkembang, dan diterima berbagai kalangan.

"Kita takut mengecewakan pelanggan. Makanya pakai nama toko kopi. Tapi tentu menunya kita juga sudah upgrade," ujar Irfan.




(sud/sud)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork