Indramayu memiliki beragam kuliner khas yang menarik untuk dicicipi. Hidangan tersebut hadir dengan cita rasa yang beragam, mulai dari makanan gurih dan pedas hingga kudapan manis berbahan singkong.
Sejumlah kuliner khas Indramayu bahkan masih bertahan di tengah perkembangan makanan kekinian. Berikut delapan kuliner khas Indramayu yang dapat menjadi pilihan saat berkunjung ke daerah pesisir utara Jawa Barat tersebut.
Blengep Cotot Jajanan Lawas di Indramayu Foto: Burhannudin/detikJabar |
1. Blengep Cotot
Blengep cotot merupakan kudapan khas Indramayu berbahan dasar singkong dengan isian gula merah yang lumer. Teksturnya sederhana, tetapi perpaduan singkong dan manisnya gula Jawa menjadi daya tarik utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu penjualnya, Tiwen (45), masih menjajakan blengep cotot di Desa Muntur, Kecamatan Losarang. Ia menjualnya seharga Rp5 ribu per porsi yang berisi empat buah.
Kudapan ini cocok bagi pencinta jajanan tradisional, terutama yang menyukai rasa manis. Selain blengep cotot, Tiwen juga menjual geblog kocar-kacir yang sama-sama berbahan singkong.
kue serabi gupak di Kabupaten Indramayu Foto: Sudedi Rasmadi/detikJabar |
2. Serabi Gupak
Serabi Gupak menawarkan sensasi berbeda dari serabi pada umumnya. Serabi mungil berwarna hijau disajikan dalam kuah santan dan gula merah sehingga terlihat seperti sedang 'berenang'.
Nama gupak berasal dari bahasa Jawa dialek Indramayu yang berarti renang. Perpaduan rasa gurih santan, manis gula merah, dan aroma pandan membuat kudapan ini memiliki cita rasa khas.
Warsinih (54), penjual serabi gupak di Kecamatan Kandanghaur, menjual satu porsi seharga Rp6 ribu. Satu porsi berisi lima serabi serta santan dan gula merah. Popularitasnya juga membuat pelanggan dari luar daerah memesan melalui jasa titip.
Rumbah Kangkung Ibu Darinih Pantura Indramayu Foto: Sudedi Rasmadi/detikJabar |
3. Rumbah Darinih
Rumbah Darinih menjadi salah satu kuliner khas Indramayu yang tetap bertahan sejak 1994. Hidangan ini menyajikan rebusan kangkung dan taoge dengan sambal terasi atau petis.
Cita rasa gurih, pedas, dan kuat dari sambal menjadi daya tarik utama rumbah. Selain rumbah, warung ini juga menyediakan laksa biru dan putih yang semakin nikmat jika dipadukan dengan sambal petis atau terasi.
Rumbah Darinih berada di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur. Satu porsi rumbah maupun laksa dibanderol Rp10 ribu. Warung mulai melayani pelanggan pukul 07.00 WIB dan tutup setelah dagangan habis.
Pindang Gombyang kepala ikan manyung kuliner khas Indramayu. Foto: Burhannudin/detikJabar |
4. Pindang Gombyang Ikan Manyung
Pindang gombyang menjadi salah satu kuliner primadona khas Indramayu. Hidangan ini menggunakan ikan manyung sebagai bahan utama.
Kuah yang menyertai ikan manyung biasanya tanpa santan atau biasa disebut air pindang. Racikan bumbu rempah alami membantu menghilangkan rasa amis pada ikan manyung. Cita rasa tersebut menjadi salah satu kekhasan kuliner pesisir.
Bukan hanya kuah pindangnya yang menarik. Daging ikan manyung yang lembut serta bagian kepala ikan juga menjadi bagian yang banyak dinikmati.
Pindang gombyang lebih nikmat disantap saat masih hangat. Suhu tersebut membuat cita rasa hidangan terasa semakin kuat.
5. Pedesan Entog
Pedesan entog merupakan kuliner asli Indramayu yang cukup populer. Hidangan ini menyerupai kuah sayur dengan dominasi daging entog.
Masakan tersebut mengolah daging entog dengan kuah berbumbu rempah. Biasanya, pedesan entog menggunakan kuah dalam jumlah lebih sedikit sehingga cita rasa bumbu terasa lebih kuat. Racikan tersebut juga membantu menghilangkan aroma amis daging entog sekaligus membuat teksturnya lebih kenyal.
Selain lezat, pedesan entog memiliki rasa pedas yang sesuai dengan namanya. Paduan cabai dan merica membuat hidangan ini cocok bagi pencinta makanan pedas.
burbacek, bubur khas Indramayu Foto: Instagram |
6. Burbacek
Burbacek merupakan singkatan dari bubur, rumbah, dan cecek. Kuliner khas Indramayu ini memadukan bubur, rumbah atau rebusan sayur, serta cecek atau kikil kulit sapi.
Bubur menjadi bahan utama burbacek. Rumbah dengan tingkat kepedasan yang pas serta racikan bumbu pada cecek membuat kuliner ini memiliki cita rasa yang khas.
Burbacek cocok untuk berbagai kalangan. Penikmatnya biasanya menyantap hidangan ini pada pagi hari sebagai sarapan atau saat makan siang.
Selain memiliki cita rasa yang khas, burbacek mudah ditemui di sekitar wilayah Indramayu dan memiliki harga yang terjangkau.
Nasi Lengko Foto: Getty Images/sri widyowati |
7. Nasi Lengko
Nasi lengko menjadi salah satu makanan yang banyak diburu di Indramayu. Selain harganya terjangkau, nasi lengko cocok disantap pada pagi maupun siang hari.
Nasi lengko hadir dengan berbagai pelengkap, seperti tauge dan potongan mentimun. Di atas sayuran tersebut, terdapat tumbukan kacang dengan racikan bumbu yang menambah cita rasa.
Sajian nasi lengko di Indramayu memiliki perbedaan dengan nasi lengko di Cirebon. Tambahan irisan daun kucai memberikan cita rasa tersendiri pada nasi lengko khas Indramayu.
Nasi lengko juga semakin nikmat ketika disantap dalam kondisi hangat.
Kuliner khas Indramayu. Foto: Sudedi Rasmadi |
8. Mie Ragit
Mie ragit merupakan makanan tradisional khas Indramayu yang terdiri atas mi dan telur dadar dengan kuah udang santan. Untuk menambah cita rasa, mie ragit disajikan bersama sambal kacang.
Ragit semakin nikmat ketika disantap dalam kondisi hangat. Kuliner legendaris yang diwariskan secara turun-temurun di Indramayu ini memang sedikit sulit ditemukan.
Pasalnya, masyarakat biasanya memproduksi mie ragit saat bulan Ramadan. Kondisi tersebut membuat kuliner tradisional ini memiliki momen tersendiri bagi penikmatnya.







