PSIT Cirebon, yang pada masa itu masih bernama PSIT Tjirebon, tercatat sebagai salah satu klub pelopor sepak bola Indonesia. Klub asal Cirebon itu menjadi satu dari empat peserta kompetisi Perserikatan 1937, bersama Persib Bandung, PSIM Yogyakarta, dan Persis Solo. Turnamen yang digelar PSSI tersebut berlangsung di Bandung dan Solo pada April hingga Mei 1937.
Pada laga pembuka di Bandung, PSIT harus mengakui keunggulan Persib Bandung dengan skor tipis 1-2. Namun, tim asal Cirebon mampu bangkit pada pertandingan berikutnya dengan mengalahkan PSIM Yogyakarta 2-1, membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim terbaik pada masanya.
Memasuki putaran Solo, PSIT kembali menghadapi lawan-lawan tangguh. Mereka sukses menahan imbang Persis Solo, yang berstatus juara bertahan, sebelum kembali kalah 1-2 dari Persib Bandung. Hasil tersebut menunjukkan daya saing PSIT di tengah ketatnya persaingan sepak bola nasional era awal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kompetisi Perserikatan 1937 yang digelar di Solo dan Bandung dalam catatan koran Lokomotif edisi 26 April 1937. Foto: Tangkapan layar arsip digital koran Lokomotif |
Kompetisi Perserikatan 1937 akhirnya dimenangkan Persib Bandung setelah mengalahkan Persis Solo 2-1 pada laga penentuan. Menurut arsip RSSSF, pertandingan yang disaksikan sekitar 15.000 penonton itu menjadi salah satu momen bersejarah dalam perkembangan sepak bola Indonesia.
Meski gagal meraih gelar juara, kiprah PSIT Cirebon meninggalkan jejak penting dalam sejarah sepak bola nasional. Keikutsertaan mereka di Perserikatan 1937 menegaskan peran PSIT sebagai salah satu klub bersejarah yang turut mewarnai lahirnya kompetisi resmi PSSI pada era awal sepak bola Indonesia.

