Beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan seorang warga yang diseruduk oleh babi berukuran besar berwarna hitam. Dalam video tersebut terlihat seorang dengan memakai kaus dan celana hitam tersungkur akibat diseruduk babi.
Serudukan babi hutan itu membuat celana korban robek. Beberapa orang di sekitarnya tampak sedang berupaya untuk menghentikan serudukan babi dengan menggunakan besi. Setelah berhasil diamankan, babi tersebut terlihat diarak oleh warga dengan menggunakan kayu sambil ditonton oleh puluhan warga desa.
"Eta babi gede emen (itu babi besar sekali)," kata suara dalam video tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah ditelusuri, ternyata kejadian babi yang menyerang warga tersebut terjadi di Dusun Pahing Blok Jati, RT 19 RW 06, Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Perangkat Desa Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Desa Subang, Sujana.
Menurutnya, babi tersebut berasal dari hutan yang sedang diburu oleh warga. Sedangkan orang yang diseruduk babi tersebut merupakan warga setempat yang bernama Anasikin (22) atau biasa dipanggil Anas, yang saat itu mencoba untuk menghentikan babi.
"Bener di Desa Subang, Kecamatan Subang, Kuningan itu terjadi hari Minggu 11.30 WIB siang, dan itu babi asalnya dari hutan yang ingin diburu," tutur Sujana. Senin (3/8/2026).
Sujana menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula ketika dua ekor babi hutan tengah diburu oleh tim pemburu di area hutan utara Desa Subang. Saat diburu, salah satu babi melarikan diri ke arah selatan menuju permukiman warga. Sedangkan satu babi lagi lari ke hutan.
"Itu babi lagi diburu dari hutan sebelah utara Desa Subang. Diburu kan ke arah selatannya itu udah permukiman. Karena dari sebelah utaranya diburu, jadi emang ke mana lagi lari, dikejar kan ke permukiman lah lari. Terus kan ada jalan gede, pas ketemu orang, dia masuk gang," tutur Sujana.
Melihat kedatangan babi hutan yang sudah dalam kondisi panik dan kelelahan tersebut, seorang pemuda setempat bernama Anas (22) berupaya untuk menghalau atau mencegahnya agar tidak masuk lebih jauh ke area gang yang saat itu sedang ramai anak-anak. Namun, aksi nekat Anas untuk melindungi warga sekitar justru membuatnya menjadi sasaran diseruduk dan digigit oleh hewan liar tersebut.
"Ternyata kan babi udah capek. Kalau lewat sedikit aja ke sebelah selatannya lagi belok kiri dari gang, udah ketemu sama anak-anak , justru lebih bahaya. Padahal dia itu cuma ketahuan ada babi, mungkin dia itu mau cegat agar tidak ke anak anak, eh dia malah jadi korban," tutur Sujana.
Melihat kondisi Anas yang sedang diseruduk babi, membuat warga lain langsung mencoba untuk menghentikan babi tersebut. Lokasi gang yang sempit dan babi yang sedang dalam kondisi stres membuat Anas menjadi semakin sulit untuk lepas dari serudukan babi tersebut.
"Dia berusaha nahan, terus ya sambil teriak-teriak, berdatangan orang. Berdatangan orang juga kan jadi penuh perhitungan juga, enggak asal nolong. Jadi sulit juga nyari alat. Udah itu kan di gang sempit, jadi ke kiri kanan mentok, mau lari gimana juga gitu kan. Jadi yang nolongin juga ada yang dari balik tembok dan di atas tembok," tutur Sujana.
Dengan bantuan warga dan menggunakan linggis yang ditancapkan pada tubuh babi, tak lama kemudian, akhirnya, Anas berhasil lepas dari serudukan babi. Namun, akibat serudukan tersebut, Anas mendapatkan luka kecil akibat terkena gigitan dan tusukan taring babi.
"Itu berarti di paha bagian kanan sama ada di bagian kiri juga ada ada luka, di kaki sih rata-rata di kaki. Jadi bekas gigitan sama tusukan taringnya. Alhamdulillah tadi sehabis jenguk, cuman dia masih sulit jalan karena di dampal (telapak) kakinya itu ada luka, jadi kalau ditekan agak sakit katanya gitu. Untungnya nggak sampai dijahit, " tutur Sujana.
Meski Anas sudah berhasil lepas dari jeratan babi, namun, babi tersebut masih bisa bergerak. Melihat babi yang masih berbahaya, sambil ditusuk linggis, warga sekitar langsung melemparkan benda-benda yang ada di sekitar gang tersebut ke arah babi hingga akhirnya babi tersebut lemas.
"Iya, itu dilumpuhkannya pakai linggis. Jadi belakangnya ditusuk pakai linggis. Untungnya ditusuk, jadi si linggis nggak lepas gitu, karena kan ditahan sama yang nusuk. Terus ditimpukin sama apa yang ada, ada yang pakai cowet (cobek), mutu, pot kembang. Yang dekat-dekat aja lah ditimpukin, dilemparin," tutur Sujana.
Setelah berhasil diamankan, babi tersebut kemudian diarahkan oleh warga untuk diamankan. Menurutnya, babi yang masuk ke gang sempit tersebut merupakan babi hutan betina berusia sekitar dua tahun dengan panjang taring sekitar 2,5 sentimeter.
"Kurang lebih ada 10 sampai 15 orang mah ada untuk mengamankan babi. Jenisnya babi hutan usianya 2 tahunan taringnya sekitaran bangsa 2,5 cm-an lah. Langsung dibawa ke luar desa buat diamankan," pungkas Sujana.
