Meski berada di wilayah administratif Provinsi Jawa Barat, mayoritas masyarakat Indramayu menggunakan bahasa Jawa dengan dialek khas Dermayon. Keunikan ini terbentuk dari proses sejarah panjang yang dipengaruhi percampuran budaya serta kekuasaan Kerajaan Majapahit, Demak, hingga Mataram.
Budayawan Supali Kasim menjelaskan, Pelabuhan Cimanuk pada masa lalu menjadi titik pertemuan penutur bahasa Sunda dan Jawa. Seiring berkembangnya pengaruh Kerajaan Mataram, penggunaan bahasa Jawa semakin mengakar dan melahirkan ragam bahasa khas Indramayu, seperti Bagongan dan Bebasan.
Penelitian Lembaga Basa lan Sastra Dermayu (LBSD) menggunakan metode Morris Swadesh menunjukkan bahasa yang digunakan masyarakat Indramayu memiliki tingkat perbedaan sekitar 28,5 persen dibanding bahasa Jawa Yogyakarta. Hasil tersebut menegaskan bahwa bahasa masyarakat Indramayu merupakan bahasa Jawa dengan dialek lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini, sejumlah kosakata kuno, seperti kuwu untuk kepala desa, masih bertahan sebagai warisan budaya. Bahasa Dermayon pun tetap menjadi identitas masyarakat Indramayu yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.
(sud/sud)
