Mi Ayam Goceng Mang Bosson, Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima

Kabupaten Kuningan

Mi Ayam Goceng Mang Bosson, Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Senin, 20 Jul 2026 08:30 WIB
Seporsi Mi Ayam Goceng Mang Bosson Kuningan
Seporsi Mi Ayam Goceng Mang Bosson Kuningan (Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar)
Kuningan -

Di saku celana, selembar uang Rp 5.000 mungkin sering terlupakan atau hanya dianggap recehan. Namun, di sebuah gerobak sederhana yang bersandar di kawasan Terminal Kertawangunan, Kuningan, lembaran berwarna cokelat itu punya nilai yang jauh lebih besar, tiket untuk menikmati semangkuk mi ayam lengkap yang sanggup mengusir lapar.

Siang itu, di tengah bising deru kendaraan yang memadati jalanan, sosok pria berusia 52 tahun bernama Bosson tampak sibuk di balik gerobaknya. Tangannya bergerak lincah, meracik bumbu, merebus mi dalam air mendidih, hingga menyajikannya dengan apik ke hadapan pembeli.

Di sela-sela kesibukannya, pria yang murah senyum ini mulai membuka lembaran ceritanya. Sebelum akhirnya menetap di Kuningan, ia adalah seorang perantau yang menghabiskan tiga dekade hidupnya di Yogyakarta dengan mengelola sebuah warung kopi (warkop).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, badai pandemi Covid-19 yang melanda dunia beberapa tahun silam mengubah segalanya. Usaha yang telah ia rintis selama 30 tahun dan menjadi tumpuan hidup keluarganya harus menyerah pada keadaan.

ADVERTISEMENT

"Dulu saya buka usaha Warkop di Jogja tapi pas kena Covid semuanya hancur. Terus pulang ke Kuningan. Lama di warkop ada sampai 30 tahun mah. Terus pulang ke Kuningan," tutur Bosson mengenang masa sulit itu.

Pulang ke tanah kelahiran tak lantas membuatnya berpangku tangan. Sempat mencoba kembali peruntungan dengan membuka warkop di Kuningan namun tak membuahkan hasil manis, Bosson memutuskan untuk banting setir. Tiga tahun lalu, ia mulai mendorong gerobak mi ayam. Meski berjualan di area perkotaan yang biasanya mematok harga tinggi, ia justru memilih jalan berbeda dengan menjual mi ayamnya seharga Rp 5.000 per porsi.

Ada filosofi mendalam di balik harga "goceng" tersebut. Bosson ingin siapa pun, mulai dari anak sekolah hingga pekerja kasar, bisa menikmati hidangannya tanpa perlu merasa berat di kantong. Baginya, keuntungan yang tipis bukan masalah, asalkan usahanya tetap berjalan dan membawa keberkahan bagi sesama.

"Biar untung tipis, yang penting lancar dan ada perputarannya. Kalau cuma mengejar laku tanpa memikirkan kelangsungan modal, itu namanya bangkrut. Yang penting sedikit, ada kelipatannya, dan tetap berkah," tutur Bosson.

Seporsi Mi Ayam Goceng Mang Bosson KuninganSeporsi Mi Ayam Goceng Mang Bosson Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

Meski harganya sangat ekonomis, jangan pernah meragukan kualitasnya. Porsi yang disodorkan Bosson jauh dari kata pelit. Mi yang kenyal berpadu sempurna dengan bumbu gurih, potongan ayam yang melimpah, serta sayuran segar. Siraman kuah kentalnya menciptakan harmoni rasa yang menggugah selera, terutama bagi mereka yang gemar menambahkan sensasi pedas dari saus dan sambal.

Dalam sehari, setidaknya 50 porsi mi ayam ludes terjual, memberikan omzet ratusan ribu rupiah yang cukup untuk menopang hidupnya. Bosson bertekad mempertahankan harga ini, kecuali jika biaya hidup dan operasional melonjak drastis di masa depan. Hasil dari keringatnya di balik gerobak ini bahkan mampu membiayai pendidikan tinggi buah hatinya.

"Paling 50 porsi sehari bisa lah. Ya untuk omzetnya tinggal aja Rp 5.000. Naiknya nanti kalau ongkos angkotnya naik. Ongkos kan Rp5.000 Kalau naik Rp7.000, saya naik Rp7.000 gitu. Cukup anak juga ada yang lagi kuliah satu," pungkas Bosson.

Kelezatan mi ayam ini pun bukan sekadar isapan jempol. Eki, salah satu pelanggan setianya, mengaku sering datang karena rasa dan porsinya yang mampu bersaing dengan kedai mi ayam yang mematok harga jauh lebih mahal.

"Enak lah. Dan untuk harga goceng bisa dibungkus dan makan di tempat, lebih dari worth it. Kan ada beberapa mie ayam yang goceng di kuningan, memang ada yang porsinya lebih banyak juga tapi rasanya masih kalah, enak yang ini," pungkas Eki.

Bagi Anda yang sedang melintas di Kuningan dan ingin merasakan sensasi mi ayam legendaris dengan harga yang sangat bersahabat, silakan arahkan kendaraan ke Jalan Mohammad Yamin, Kecamatan Sindangagung. Lokasinya sangat strategis, tepat berada di seberang Terminal Kertawangunan Kuningan. Di sana, Mang Bosson siap menyambut Anda dengan semangkuk kehangatan yang tak menguras dompet.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads